banner 728x250

PUPR Banggai Bahas DED Drainase Kawasan Bukit Halimun Luwuk dan Rehabilitasi Daerah Irigasi Bahulolok Simpang Raya

Bidang Pengairan PUPR Banggai menggelar diskusi laporan pendahuluan untuk dua kegiatan perencanaan pada Senin, 21 Juli 2025.
banner 468x60

MONONDOK.COM,Luwuk—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai melalui Bidang Pengairan menggelar diskusi laporan pendahuluan untuk dua kegiatan perencanaan secara maraton, sejak pagi hingga sore, pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan pertama adalah diskusi laporan pendahuluan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bahulolok, Kecamatan Simpang Raya yang dilaksanakan oleh CV Mukti Graha Konsultan.

Sementara itu, kegiatan kedua membahas laporan pendahuluan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sistem Drainase Kawasan Perkantoran Bukit Halimun, Luwuk Selatan, yang dikerjakan oleh CV Detail Consultant.

Diskusi ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengairan Takdir Said, ST, yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Astrid Dwijayanthi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Bappeda Banggai Syahbudin Dayanun, Sekretaris Camat (Sekcam) Luwuk Selatan, serta para pejabat fungsional dari Bina Marga PUPR Banggai.

Menurut PPK Astrid Dwijayanthi, diskusi ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh tim konsultan. Ia pun menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan kontribusi para peserta dalam kegiatan ini.

Dari pantauan media, pada sesi siang hari, perwakilan konsultan perencana CV Detail Consultant, Ashar, ST, memaparkan hasil survei pendahuluan terkait penyusunan DED drainase di kawasan perkantoran Bukit Halimun.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan DED ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan pembangunan di kawasan tersebut. Bahkan, diperkirakan dalam lima tahun ke depan, seluruh kantor pemerintahan Kabupaten Banggai akan dipindahkan ke Bukit Halimun.

“Kami telah melakukan survei untuk sistem drainase, khususnya dalam menentukan lokasi inlet dan outlet saluran,” ujar Ashar.

Ia menambahkan bahwa perencanaan ini merupakan upaya untuk meningkatkan sistem pelayanan drainase yang komprehensif dan terpadu.

BACA JUGA  Sejak Tahun 2016, Essa PT Panca Amara Utama Sukses Lepasliarkan 411 Anakan Maleo ke Kawasan Suaka Margasatwa Bakiriang

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi kondisi eksisting sistem drainase, mengatasi permasalahan ketidakefektifan saluran yang ada, serta menyusun rencana outlet dan DED guna menciptakan lingkungan perkantoran yang sehat dan bebas genangan air.

Dalam survei awal tersebut, tim konsultan membagi sistem drainase menjadi delapan ruas, dengan ruas pertama berada di belakang kantor Bappeda. Dari delapan ruas tersebut, lima di antaranya membentang secara horizontal dan terhubung ke jaringan drainase dengan outlet yang mengarah ke simpang tiga Kilometer 5 – Bukit Halimun dan simpang tiga Bukit Halimun Kilometer 8, Tanjung Tuwis.

Paparan konsultan ini mendapatkan tanggapan kritis dari Kepala Bidang Infrastruktur Bappeda, Sekcam Luwuk Selatan, dan para pejabat fungsional.

Salah satu sorotan penting adalah terkait arah saluran keluar air (outlet), yang diharapkan tidak bertumpu ke kawasan permukiman, melainkan diarahkan ke wilayah yang lebih aman seperti kawasan kuala mati atau lembah di Kilometer 8.

Menutup kegiatan, Astrid berharap agar seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi perhatian konsultan dalam penyusunan laporan antara. “Terima kasih atas semua masukan yang telah diberikan dalam diskusi laporan pendahuluan ini,” ujarnya. ***

banner 728x250
banner 120x600