banner 728x250

Seminar Pendahuluan Pengembangan RSUD Luwuk, Bakal Dibangun 7 Lantai, Usung Konsep Green hingga Smart Hospital

Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai melaksanakan Seminar Pendahuluan Pengembangan RSUD Luwuk, di Hotel Santika Luwuk, pada Jumat 14 November 2025. (Dok Monondok)
banner 468x60

MONONDOK. COM, Luwuk— Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai melaksanakan Seminar Pendahuluan Pengembangan RSUD Luwuk bertempat di Hotel Santika Luwuk, pada Jumat 14 November 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) merupakan tahap awal dari penyusunan perencanaan Pengembangan Rumah Sakit Rujukan Utama di Kabupaten Banggai.

banner 728x250

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, I DW Gede Supatriagama, ST. M.Si.

Dewa menegaskan pentingnya perencanaan yang matang agar pembangunan infrastruktur kesehatan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan mendukung visi dan misi daerah menuju “Gerbang Sehat” melalui Program Pengembangan Sarana Prasarana dan Peningkatan Kualitas Layanan RSUD Luwuk sebagai Rumah Sakit Rujukan.

Dewa menambahkan bahwa berdasarkan hasil analisis awal, pelaksanaan konstruksi membutuhkan waktu pelaksanaan lebih dari 12 bulan atau satu tahun anggaran, sehingga termasuk dalam kegiatan tahun jamak (multiyears).

Mempedomani PP RI Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, maka penganggaran kegiatan tahun jamak berdasarkan atas persetujuan bersama antara Kepala Daerah dan DPRD, dimana persetujuan bersama antara Kepala Daerah dan DPRD tersebut ditandatangani bersamaan dengan penandatanganan KUA dan PPAS.

“Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh stakeholder agar rencana Pengembangan RSUD Luwuk melalui kegiatan tahun jamak (multiyears) dapat kita laksanakan sesuai rencana,” katanya saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan.

Plt. Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, Sp. KFR menyampaikan bahwa RSUD Luwuk kini berperan sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Kabupaten Banggai dan wilayah sekitarnya.

Peningkatan jumlah kunjungan pasien, kebutuhan layanan spesialistik yang semakin kompleks, serta keterbatasan kapasitas infrastruktur eksisting menjadikan pengembangan rumah sakit sebagai kebutuhan mendesak.

BACA JUGA  Rehabilitasi Jalan Dalam Kota Luwuk Sentuh Pesisir Pantai hingga Pemukiman di Puncak Hanga-Hanga

Untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan modern dan mendukung peningkatan kualitas layanan rujukan, RSUD Luwuk memerlukan pengembangan fasilitas, sarana, dan prasarana yang terencana dan terukur.

Dengan demikian, RSUD Luwuk dapat mewujudkan pelayanan terpadu satu pintu (one stop service), yaitu pelayanan yang menggabungkan berbagai jenis layanan di satu platform.

Melalui kegiatan ini, peserta berdiskusi mengenai konsep desain, kebutuhan ruang, aspek lingkungan, efisiensi energi, serta tata letak bangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kota Luwuk.

Selain itu, seminar juga menjadi forum penyelarasan antara kebutuhan pengguna dan pendekatan teknis perencanaan agar hasil perencanaan benar-benar representatif.

Kepala Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT mengemukakan bahwa seminar pendahuluan ini bertujuan membuka ruang koordinasi dan kolaborasi antara Dinas PUPR, manajemen rumah sakit, tenaga ahli perencana, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah pengembangan RSUD Luwuk.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyampaikan gambaran awal mengenai kebutuhan teknis, tantangan eksisting, konsep pengembangan fisik, serta ruang lingkup perencanaan yang akan disusun.

Melalui forum ini, diharapkan masukan dari peserta dapat memperkaya rekomendasi dan memastikan dokumen perencanaan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pemaparan konsep pengembangan, Konsultan Perancang, PT. IKBATEK Kosong Empat menyampaikan bahwa beberapa konsep yang diaplikasikan dalam pengembangan RSUD Luwuk adalah Green Hospital, Mall Hospital, Hospital Healing Environment, dan Smart Hospital serta berwawasan Mitigasi Bencana. Bangunan didesain dengan konsep bermassa tunggal, dengan luasan bangunan direncanakan kurang lebih 19.499 meter persegi dengan total 7 lantai yang dilengkapi basement.

Oleh karena itu, pengembangan RSUD Luwuk ditargetkan mampu memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional dengan kapasitas layanan yang lebih besar, modern, dan komprehensif.

BACA JUGA  PUPR Banggai Aspal Jalan Pasar Simpong Luwuk, Warga dan Pedagang Senang

Beberapa fokus pengembangan meliputi peningkatan kapasitas rawat inap, perluasan layanan gawat darurat dan intensif, penyediaan fasilitas diagnostik dan penunjang kesehatan berteknologi tinggi, serta penataan kawasan rumah sakit yang lebih efektif dan ramah pasien. Selain itu, pengembangan diarahkan untuk memastikan RSUD Luwuk siap menghadapi peningkatan kebutuhan layanan rujukan dalam jangka panjang.

Melalui penyelenggaraan seminar pendahuluan ini, Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai berharap proses perencanaan pengembangan RSUD Luwuk dapat berjalan optimal, terarah, dan menghasilkan dokumen yang menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan rumah sakit rujukan yang berfungsi maksimal bagi masyarakat.

Sekedar diketahui, seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain:

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai

2. Badan Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk sebagai pengguna infrastruktur yang akan dibangun

3. Bappeda Banggai

4. BPKAD Kabupaten Banggai

5. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai

6. Bagian Administrasi Pembangunan dan Bagian UKPBJ setda Kabupaten Banggai

7. Konsultan Perancang, PT. IKBATEK Kosong Empat

8. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang PBIP

9. Tim Teknis dari Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai

10. Universitas Tompotika Luwuk 11. Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. ***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600