MONONDOK.COM,Luwuk—Pembekalan mahasiswa KKN Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XXXIX Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai memasuki hari kedua pada Minggu, 25 Januari 2026.
Pada sesi ini, mahasiswa memperoleh materi mengenai nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai landasan dalam pemberdayaan masyarakat.
Materi tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor IV Unismuh Luwuk Banggai, Suma K. Saleh, yang juga merupakan mantan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI).
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai AIK dapat menjadi dasar yang kuat dalam proses pemberdayaan masyarakat desa, karena berorientasi pada pengembangan potensi individu dan kolektif yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam serta nilai-nilai kemuhammadiyahan.
Menurutnya, penerapan nilai-nilai AIK dalam pemberdayaan masyarakat desa mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari bidang keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, hingga pengembangan sosial dan pelestarian lingkungan. Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dan perlu dijalankan secara terpadu agar tujuan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.
Pada aspek penguatan nilai keagamaan, Suma K. Saleh menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang moderat dan toleran.
Hal ini diwujudkan melalui pembentukan kesadaran akan pentingnya ibadah, penguatan akhlak mulia, serta pembangunan ukhuwah di tengah masyarakat. Ia juga mendorong pelaksanaan kegiatan keagamaan yang bersifat inklusif dan mampu memberdayakan masyarakat secara luas.
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, nilai-nilai AIK dapat diterapkan melalui pembentukan kelompok usaha yang berbasis pada potensi desa, seperti sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan. Selain itu, pemberian pelatihan keterampilan serta akses permodalan dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan membangun etos kerja yang kuat di tengah masyarakat desa.
Pada sektor pendidikan dan kesehatan, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat akan peran kedua bidang tersebut sebagai fondasi kemajuan desa. Upaya menjaga keharmonisan hubungan antar tiga lembaga pendidikan, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, serta penguatan edukasi kesehatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pemberdayaan.
Selain itu, pengembangan sosial dan pelestarian lingkungan juga menjadi perhatian dalam penerapan nilai-nilai AIK.
Suma K. Saleh menekankan pentingnya membangun semangat gotong royong dan solidaritas sosial di antara masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa.
Untuk memperjelas penerapan nilai-nilai tersebut, ia memberikan sejumlah contoh kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa selama KKN. Di antaranya adalah pelatihan keterampilan, seperti budidaya ikan, pertanian organik, dan kerajinan tangan, yang bertujuan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain itu, program bantuan modal usaha bagi kelompok tani atau pengrajin juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan usaha produktif.
Di bidang kesehatan, mahasiswa dapat berperan melalui kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya pola hidup sehat, sanitasi lingkungan, serta pencegahan penyakit. Sementara itu, pada aspek sosial, kegiatan bakti sosial, gotong royong membersihkan lingkungan, serta bantuan kepada korban bencana alam dapat menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.
Pembekalan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, pemateri memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan, yang disambut dengan antusias oleh mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Suma K. Saleh juga menekankan agar peserta KKN senantiasa menjaga harkat dan martabat selama berada di tengah masyarakat. Mahasiswa diminta untuk hanya menjalankan pekerjaan yang mampu dilakukan, serta melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Ia berharap, materi ini dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan KKN agar seluruh program yang dijalankan benar-benar berorientasi pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Menurutnya, perilaku dan sikap mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengabdian.
“Bagaimana kita mau mengajak masyarakat melaksanakan salat, misalnya, jika kita sendiri tidak melaksanakan salat,” ujarnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, panitia pembekalan meminta mahasiswa untuk membuat resume kegiatan sejak awal pembekalan hingga materi pertama pada hari kedua sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. ***


















