banner 728x250

Momentum Hari Kartini, Pertamina Drilling Tegaskan Peran Perempuan dalam Ketahanan Energi

Pertamina Drilling memperingati Hari Kartini bertema “Energi untuk Negeri, Bijak Menggunakan Energi” dengan menggelar lomba merangkai parsel dan fashion show busana adat yang diikuti para pekerja di Jakarta, Selasa, 21 April 2026. (Dok Ist)
banner 468x60

MONONDOK.COM, Jakarta—Suasana berbeda tampak di kantor pusat PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), Jakarta, Selasa (21/4). Dalam rangka memperingati Hari Kartini bertema “Energi untuk Negeri, Bijak Menggunakan Energi”, perusahaan menggelar lomba merangkai parsel dan fashion show busana adat yang diikuti para pekerja.

Sejak pagi, nuansa kebhinekaan terasa kental. Para pekerja tampil mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan suasana penuh warna sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

banner 728x250 banner 728x250

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas pekerja, tetapi juga melibatkan Persatuan Wanita Patra (PWP) Pertamina Drilling. Kehadirannya menambah semarak peringatan Hari Kartini yang sarat makna emansipasi dan peran perempuan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk di sektor energi.

Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, menegaskan bahwa semangat Kartini relevan dengan peran pekerja dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Sebagai bagian dari Pertamina Drilling, kita adalah ujung tombak dalam mengamankan ketahanan energi nasional. Semangat Kartini adalah ‘bahan bakar’ yang tidak pernah habis. Jika dahulu Kartini berjuang dengan pena untuk membuka akses pendidikan, maka hari ini perwira perempuan di Pertamina Drilling berjuang dengan kompetensi dan integritas untuk menerangi pelosok negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan tema “Energi untuk Negeri” tidak hanya dimaknai sebagai sumber daya alam, tetapi juga semangat kerja dan kolaborasi yang diberikan setiap hari.

“Namun, menjadi kuat saja tidak cukup. Kita harus bijak menggunakan energi baik dalam bekerja, mengelola sumber daya, maupun menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga, sebagaimana teladan Kartini,” katanya.

Abimanyu juga menekankan pentingnya budaya inklusif di lingkungan kerja. “Tidak ada sekat bagi siapa pun yang ingin berprestasi. Baik laki-laki maupun perempuan, kita semua adalah motor penggerak yang memastikan setiap meter pengeboran membawa manfaat bagi bangsa,” lanjutnya.

BACA JUGA  Pertamina Drilling Catat Sejarah, Sukses Fracturing Perdana Gunakan PertaGuar Karya Anak Bangsa

Sementara itu, Ketua PWP Pertamina Drilling, Nones Martuarina, mengatakan bahwa semangat Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia, termasuk di industri migas.

“Semangat Raden Ajeng Kartini tidak pernah padam. Ia hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia yang tidak hanya menjadi penjaga keluarga, tetapi juga penggerak perubahan, termasuk dalam menjaga ketahanan energi bangsa,” ujarnya.

Menurut dia, ketahanan energi tidak hanya soal sumber daya, tetapi juga keberlanjutan, inovasi, dan dedikasi, di mana perempuan memiliki peran penting.

“Dari lapangan hingga ruang strategi, perempuan hadir dengan ketangguhan, ketelitian, dan kepedulian. Inilah wajah pekerja wanita masa kini bukan hanya mendukung, tetapi juga menentukan arah ketahanan energi bangsa,” kata Nones.

Melalui peringatan Hari Kartini ini, Pertamina Drilling tidak hanya merayakan perjuangan perempuan Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, inklusif, serta mendukung pemanfaatan energi secara bijak dan berkelanjutan. (*)

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600