banner 728x250

BRISUMMIT Jadi Motor Penggerak Riset dan Inovasi Daerah, Minat Masyarakat Banggai Terus Meningkat

Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsy Amir, M.Si.
banner 468x60

MONONDOK.COM,Luwuk—Komitmen Pemerintah Kabupaten Banggai dalam membangun budaya riset dan inovasi terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Melalui inovasi Banggai Research and Innovation Summit (BRISUMMIT), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai berhasil menghadirkan ekosistem riset daerah yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

banner 728x250 banner 728x250

Kepala BRIDA Kabupaten Banggai, Andi Nur Syamsi Amir, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa BRISUMMIT merupakan wadah strategis yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, dosen, ASN, jurnalis, akademisi, serta masyarakat umum dalam satu panggung besar riset dan inovasi daerah.

“BRISUMMIT bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya berpikir ilmiah, melahirkan inovator daerah, dan menghadirkan solusi pembangunan berbasis riset yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh Pemerintah Daerah,” ujar Kepala BRIDA Banggai, Andi Nur Syamsi Amir.

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan, mulai dari rendahnya minat generasi muda terhadap riset dan teknologi, terbatasnya ruang publikasi karya ilmiah, hingga belum optimalnya pemanfaatan hasil penelitian dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2024, BRISUMMIT berhasil menjadi forum riset daerah pertama yang diselenggarakan secara berkelanjutan di Kabupaten Banggai. Berbagai kategori kompetisi diselenggarakan, mulai dari Karya Tulis Ilmiah, Research Pitching, Proposal Riset Mahasiswa dan Dosen, Policy Brief ASN, hingga berbagai kompetisi inovasi kreatif lainnya.

Dampak positif BRISUMMIT terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat. Pada tahun 2024 jumlah peserta tercatat sebanyak 32 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 67 peserta pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 109,4 persen. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan riset dan inovasi.

Tidak hanya itu, BRISUMMIT juga berhasil membangun bank data karya riset, proposal inovasi, dan policy brief yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan daerah. Bahkan, seluruh karya finalis kategori Policy Brief telah dimanfaatkan dalam pemenuhan indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah dengan tingkat pemanfaatan mencapai 100 persen.

BACA JUGA  Dukung Aksesibilitas Pelayanan, Proyek Lanskap Kantor Dinsos dan Disdik Banggai Dimulai

Keberhasilan BRISUMMIT juga didukung oleh kolaborasi berbagai lembaga nasional seperti BRIN, LAN RI, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, serta sejumlah perguruan tinggi yang berperan sebagai mitra dan dewan juri profesional.

Menurut Kepala BRIDA, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan inovasi daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix.

“Melalui BRISUMMIT, kami ingin memastikan bahwa setiap ide, penelitian, dan inovasi yang lahir di Kabupaten Banggai tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi dapat menjadi solusi nyata yang mendukung kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas riset daerah, inovasi ini juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan BRIDA Kabupaten Banggai. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan BRIDA meningkat dari 90,83 persen pada tahun 2024 menjadi 98,23 persen pada tahun 2025.

Ke depan, BRIDA Kabupaten Banggai berkomitmen untuk terus mengembangkan BRISUMMIT sebagai agenda tahunan unggulan daerah yang mampu melahirkan generasi peneliti muda, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong terwujudnya pembangunan Kabupaten Banggai yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

“BRISUMMIT bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang membangun masa depan Banggai melalui riset, inovasi, dan kolaborasi,” pungkasnya. (*)

banner 728x250
banner 120x600