MONONDOK.COM,Luwuk—Sejumlah bidang di PUPR Banggai mengalami penurunan anggaran pada 2026 dibandingkan tahun 2025. Selain Bidang Amal, penurunan juga terjadi pada Bidang Pengairan.
Kepala Bidang Pengairan, Takdir Said, ST, melalui PPK Bidang Pengairan Astrid Dwijayanthi, menjelaskan bahwa anggaran tahun 2026 terdistribusi ke dalam 71 kegiatan. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya merupakan program teknokrat, termasuk kegiatan konsultan. Jumlah ini menurun signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 191 paket kegiatan.
Anggaran 2026 mencakup kegiatan perencanaan maupun kegiatan fisik. “Untuk kegiatan perencanaan masih ada,” ujar Astrid Dwijayanthi.
Kegiatan perencanaan tersebut meliputi tujuh item, antara lain DED rehabilitasi Daerah Irigasi Piondo serta penyusunan dokumen lingkungan (doklin). Dokumen lingkungan ini diperlukan untuk setiap kegiatan pembangunan, untuk memastikan dampak lingkungannya.
Perencanaan doklin juga mencakup penyusunan UKL-UPL untuk kegiatan yang telah memiliki DED, yakni UKL-UPL Pantai Bualemo, doklin Sungai Lobu, doklin Sungai Dongin, serta survei air baku Sungai Maahap di kawasan atas Luwuk. Selain itu, terdapat penyusunan dokumen pengelolaan irigasi yang menjadi kewenangan Kabupaten Banggai tahap dua sebagai lanjutan tahap pertama tahun sebelumnya, serta penyusunan doklin sistem drainase di kawasan perkantoran Bukit Halimun Luwuk.
Sementara untuk kegiatan fisik yang ditenderkan, di antaranya drainase Pasar Bunta, lanjutan pekerjaan Kalolos, lanjutan drainase Pasar Simpong Luwuk, pembangunan pemecah gelombang ambang rendah (pegat) Pantai Kilo Lima dengan anggaran sekitar Rp600 juta, serta pembangunan kantor pengamat air senilai sekitar Rp900 juta.
Sebagai perbandingan, pada 2024 Bidang Pengairan PUPR Banggai berhasil melaksanakan 311 paket proyek, termasuk kegiatan perencanaan. Seluruh paket tersebut didukung anggaran sebesar Rp71.721.847.000 melalui APBD maupun APBD Perubahan Tahun 2024.
Memasuki 2025, jumlah kegiatan tercatat sebanyak 191 paket, terdiri atas 113 paket proyek drainase, 21 paket proyek irigasi, serta 47 paket penanganan bronjong dan talut sungai maupun pantai, termasuk 10 paket perencanaan dan supervisi. Total anggaran yang digelontorkan Pemda Banggai untuk Bidang Pengairan PUPR pada 2025 mencapai Rp61.625.771.385 atau sekitar Rp61,6 miliar. (*)

















