MONONDOK.COM,Banggai–Pemerintah Desa Sama Jatem, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, menggelar kegiatan Pelatihan Teknologi Budidaya Rumput Laut pada Minggu 13 April 2025.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pembudidaya rumput laut itu dosen Unismuh Luwuk Banggai, Dr Samsu Adi Rahman.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman rumah Kepala Desa Sama Jatem dan dihadiri oleh puluhan warga yang mayoritas berprofesi sebagai pembudidaya rumput laut.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sama Jatem Amiruddin Penjaga. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap semangat warga untuk terus belajar dan berkembang dalam bidang budidaya rumput laut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di desa kita. Semoga dengan pelatihan ini, para pembudidaya bisa menerapkan ilmu baru dan meningkatkan hasil produksi,” ujar Kepala Desa, Amiruddin.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Samsu Adi Rahman, seorang pakar di bidang Teknologi Budidaya Perikanan Unismuh Luwuk Banggai.
Dr Samsu Adi Rahman, dalam materinya menjelaskan secara teknis berbagai teknologi terbaru yang dapat diterapkan dalam budidaya rumput laut, mulai dari teknik perbanyakan bibit, metode penanaman yang lebih efisien, hingga sistem pemantauan kualitas air laut.
“Budidaya rumput laut saat ini tidak lagi dilakukan secara konvensional saja.
Kita harus berani berinovasi, menggunakan teknologi sederhana namun efektif agar produksi meningkat dan kualitas panen terjaga,” jelas Dr Samsu Adi Rahman dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam proses pascapanen seperti pengeringan, pengemasan, hingga pemasaran berbasis digital agar rumput laut dari Sama Jatem bisa menembus pasar yang lebih luas.
Masyarakat peserta pelatihan tampak antusias mengikuti kegiatan. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pembudidaya rumput laut di Desa Sama Jatem dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. ***

















