banner 728x250

Direksi PHE Tinjau Rig PDSI di Blora, Tekankan Budaya Keselamatan Kerja

Manajemen PHE Subholding Upstream bersama PT Pertamina Drilling melaksanakan MWT ke Rig PDSI#40.3/DS1500-E di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, tepatnya di Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Blora, Jateng, pada Selasa 17 Maret 2026. (Dok Ist)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Blora—Jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melaksanakan Management Walkthrough (MWT) ke Rig PDSI#40.3/DS1500-E di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, tepatnya di Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa 17 Maret 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang bertujuan mempererat komunikasi antara manajemen dan pekerja lapangan, serta memastikan kegiatan operasional pengeboran berlangsung aman, selamat, dan sesuai dengan standar keselamatan.

banner 728x250 banner 728x250

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Subholding Upstream Awang Lazuardi, Direktur Eksplorasi Muharam Jaya, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim, VP Eksplorasi Regional 4 Dedi Yusmen, General Manager Zona 11 Zulfikar Akbar, VP Operation Pertamina Drilling Komedi serta Project Manager RO III Pertamina Drilling Lutfy Faluthi Firdaus.

Dalam kesempatan itu, Awang menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan dan MWT merupakan bentuk kepedulian manajemen terhadap para frontliner yang bekerja di lapangan.

“Ini adalah wujud kehadiran manajemen untuk memastikan seluruh pekerja menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan, dan tetap fokus walaupun dalam keadaan berpuasa dan menjelang Hari Raya” ujar Awang.

Ia juga mengapresiasi kinerja tim rig yang telah menjaga operasional tetap aman dan selamat.

Menurutnya, penerapan budaya keselamatan harus terus diperkuat, salah satunya melalui implementasi prinsip ONE SIKA secara konsisten.

“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan aspek HSSE. Prinsip No Permit, No Work harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Awang menambahkan, pelaksanaan Pre Job Safety Meeting (PJSM) tidak hanya membahas tahapan pekerjaan, tetapi juga harus mengidentifikasi potensi bahaya serta langkah mitigasinya. Selain itu, setiap pekerjaan wajib diawali dengan pembahasan permit meeting sebagai bagian dari pengendalian risiko.

BACA JUGA  Pertamina Drilling Berhasil Raih Dua Penghargaan Tertinggi di WISCA 2025

Sementara itu, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim turut memberikan apresiasi kepada tim Rig PDSI#40.3 atas pencapaian kerja yang aman dan selamat.

Pesan singkat yang disampaikan kepada para frontliner diantaranya agar sebelum memulai aktivitas selalu diawali dengan berdoa memohon keselamatan, bimbingan serta diniatkan sebagai ibadah.

Aziz juga menekankan bahwa budaya safety di lingkungan kerja harus dimulai dari perilaku sederhana dalam aktivitas sehari-hari, seperti kewajiban hadir dalam setiap tailgate meeting, berani melakukan Stop Work Authority (SWA) jika menjumpai kondisi yang tidak aman, serta mengimplementasikan PJSM yang lebih berkualitas melalui komunikasi dua arah.

Hal ini mencakup pembahasan prosedur kerja secara lebih detail, mitigasi risiko, pengecekan langsung peralatan yang akan digunakan, serta diskusi interaktif untuk memastikan seluruh personel memahami pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Diharapkan dengan praktek praktek seperti ini dapat menumbuhkan budaya safety sehingga program atau kampanye keselamatan tidak hanya sebatas program/poster/banner namun benar benar dapat diimplementasikan Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja migas, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa aspek HSSE merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional. ***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600