MONONDOK.COM,Luwuk—Ratusan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dari Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Kabupaten Banggai kembali mengikuti ujian akhir semester.
Kali ini, ujian dilaksanakan secara daring selama tiga hari, mulai Sabtu, 5 Juli hingga Senin, 7 Juli 2025.
Sebelumnya, para mahasiswa telah mengikuti ujian akhir semester secara tatap muka (ujian tertulis) yang digelar pada Sabtu–Minggu, 14–15 Juni 2025, bertempat di SMP Negeri 3 Luwuk.
Diketahui, UT menerapkan 3 layanan ujian akhir semester, yaitu ujian tatap muka (tertulis), ujian daring (online), dan Take Home Exam (ujian di rumah).
Direktur Salut Banggai, Rudi Budaya, M.Pd., menjelaskan bahwa sekitar 500 mahasiswa UT Banggai baik program S1 dan S2 mengikuti ujian daring kali ini.
Ujian tersebut dilaksanakan menggunakan fasilitas komputer di dua sekolah, yaitu SMP Negeri 3 Luwuk dengan 70 unit komputer dan SMK Negeri 1 Luwuk dengan 50 unit komputer.
“Ujian ini diikuti oleh mahasiswa dari semester awal hingga semester atas (mahasiswa on going) dengan mata kuliah yang berbeda sesuai program studi dan fakultas masing-masing,” jelas Rudi.
Ia, menambahkan bahwa ujian berlangsung secara bergiliran selama tiga hari, tergantung pada jumlah mata kuliah yang diambil oleh masing-masing mahasiswa.
“Dalam satu hari, ujian dibagi menjadi lima sesi, tergantung pada jumlah dan jenis mata kuliah. Khusus mahasiswa S2, mereka hanya mengikuti dua sesi karena setiap ujian berlangsung sekitar tiga jam,” lanjutnya.
Mahasiswa S2 adalah adalah guru-guru SMA/SMK dari Kabupaten Banggai yang jumlahnya 20 orang yang mendapatkan program beasiswa dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Dari 100 guru penerima beasiswa pemerintah provinsi, 20 di antaranya berasal dari Kabupaten Banggai dan sedang menempuh studi S2 di UT,” ujar Rudi Budaya.
Pelaksanaan ujian daring ini juga akan dipantau langsung oleh Direktur UT Palu, Wijanarko, S.P., M.Si., yang dijadwalkan meninjau lokasi dan mensosialisasikan kurikulum baru kepada mahasiswa on-going atau mahasiswa yang aktif saat ini.
Direktur UT Palu akan ada di Luwuk mulai hari ini sampai tanggal 7 Juli 2025. “Selama 3 hari beliau akan memberikan sosialisasi pada setiap akhir kegiatan ujian di sore hari,” kata Rudi Budaya.
Pengumuman hasil ujian dijadwalkan pada pekan ketiga Juli 2025 dan dapat diakses melalui akun masing-masing mahasiswa di sistem UT.
“Setiap mahasiswa memiliki akun UT sendiri, yang digunakan untuk mengakses informasi kuliah, termasuk jadwal dan hasil ujian,” tambahnya.
Setelah pengumuman hasil ujian, mahasiswa akan melakukan registrasi untuk kuliah semester berikutnya yang direncanakan dimulai pada awal September 2025
Sebagai informasi saat ini Universitas Terbuka membuka 4 Fakultas untuk S1 dengan 48 Program Studi. Prodi S2 terdiri 10 Jurusan dan S3 sebanyak 2 Jurusan.
Saat ini UT melaksanakan penerimaan mahasiswa baru dan berlangsung sampai dengan pekan kedua Agustus 2025.
Animo masyarakat Kabupaten Banggai untuk kuliah di UT sejak beberapa tahun terakhir ini sangat meningkat.
Ini terbukti dalam penerimaan mahasiswa baru semester ini sampai akhir Juni 2025 sudah sekitar 200 mahasiswa yang mendaftar.
“Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah sangat mendukung keberadaan Universitas Terbuka di Kabupaten Banggai dalam upaya pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia. Pemda mensupport dengan baik UT di Luwuk, demikian juga Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Banggai yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan bagi keberadaan Universitas Terbuka,” katanya.
Dari data mahasiswa UT Banggai lebih dari 60 persen adalah mahasaiswa yang mengambil jurusan Pendidikan baik PGSD, PGPAUD, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan beberapa jurusan Pendidikan Guru lainnya.

UT Makin Diminati Mahasiswa Banggai
Sejumlah mahasiswa mengapresiasi kehadiran Universitas Terbuka di Kabupaten Banggai. Jelita Lamain, mahasiswa asal Pagimana, mengaku memilih UT karena fleksibilitasnya yang memungkinkan untuk kuliah sambil bekerja.
“Saya mendaftar sebagai mahasiswa baru pada Februari 2025. Memilih UT agar bisa kuliah sambil bekerja,” kata Jelita, mahasiswa Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT.
Selain fleksibilitas waktu, Jelita juga menilai biaya kuliah di UT cukup terjangkau. “Alhamdulillah, meskipun cukup menegangkan, ujian akhir semester ini berjalan lancar,” ujarnya saat ditemui bersama rekannya, Yurike Sinaja, mahasiswa Program Studi Akuntansi Keuangan Publik asal Desa Asaan, Kecamatan Pagimana.
Hal senada disampaikan oleh Obin L., mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UT.
“UT sangat membantu kami yang sedang bekerja, karena proses belajarnya bisa dilakukan dari rumah melalui tutorial online,” tutur Obin yang juga merupakan pegawai Satpol PP Kabupaten Banggai. ***

















