MONONDOK.COM,Luwuk—Puskesmas Kampung Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, telah menerapkan inovasi LASER KB Plus. Inovasi ini diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada para lansia dalam beberapa tahun terakhir.
Inovasi ini tentu sangat penting sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia yang populasinya cukup tinggi.
Berdasarkan data BPS Tahun 2020, penduduk lansia di Indonesia mencapai 9,9 persen dari total populasi atau sekitar 26,8 juta orang.
Evelin Kalaha, SKM, Kepala Puskesmas Kampung Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, menjelaskan, dengan inovasi LASER KB Plus semua pelayanan terhadap lansia dilaksanakan di dalam satu ruangan.
Dalam satu ruang khusus tersebut, pasien lansia mendapatkan pelayanan kesehatan, sejak dari registrasi/pendaftaran, anamnesa (wawancara medis oleh dokter atau tenaga kesehatan), pemeriksaan dokter, pelayanan laboratorium serta pelayanan obat.
Sementara pasien lansia yang tidak dapat mengakses Puskesmas, akan dikunjungi oleh petugas, dalam hal ini dokter, perawat, analis laboratorium maupun tenaga farmasi.
Apabila pasien lansia tersebut membutuhkan pengobatan, dokter akan meresepkan obat dan petugas farmasi akan mengantarkan obat ke rumah pasien.
“Pasien lansia tersebut tidak perlu datang ke Puskesmas karena petugas farmasi akan memberikan penjelasan mengenai pemakaian obat tersebut,” kata Evelin Kalaha dilansir dari YouTube Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.
Lantas apa yang mendorong Puskesmas Kampung Baru, Kecamatan Luwuk melahirkan inovasi Lansia One Stop Service Kampung Baru (LASER KB) Plus tersebut?
Dilansir dari Youtube Badan Riset dan Inovasi (BRIDA) Kabupaten Banggai, diketahui, sebelum adanya inovasi LASER KB Plus, Puskesmas Kampung Baru menghadapi sejumlah masalah yang signifikan dalam pelayanan kesehatan kepada lansia.
Masalah pelayanan kesehatan lansia menjadi fokus utama Puskesmas Kampung Baru, sejak tahun 2016.
Di mana lansia sering menghadapi tantangan akses terhadap layanan kesehatan yang ramah dan efisien.
Sebelum inovasi LASER KB Plus diterapkan Puskesmas, lansia mengalami masalah, terutama antrean yang panjang dan waktu tunggu yang lama.
Lansia harus antre bersama pasien umum dengan rata-rata waktu tunggu mencapai 30 menit per pasien.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu tetapi juga meningkatkan risiko kelelahan fisik dan psikologis pada lansia.
Ini akibat keterbatasan fasilitas dan lingkungan yang tidak ramah, ruang tunggu yang tidak memadai dan tidak ramah terhadap lansia.
Kurangnya kursi prioritas dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan lansia juga menyulitkan mereka dalam mendapatkan perawatan yang nyaman.
Inovasi LASER KB plus muncul sebagai jawaban atas berbagai tantangan ini.
Tujuan utama inovasi ini untuk meningkatkan aksesibilitas kualitas dan keselamatan pelayanan kesehatan bagi lansia di Puskesmas Kampung Baru Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.
Dengan pendekatan one stop servis dan ekstensi pelayanan home care, inovasi ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga memberikan solusi yang berkelanjutan dan terukur bagi populasi lansia.
Ide inovasi dipilih berdasarkan observasi langsung terhadap kebutuhan mendesak seperti antrian panjang dan risiko kejadian tidak diharapkan (KTD) di kalangan lansia.
Juga fokus pada penyediaan pelayanan terpadu atau one stop servis dan ekstensi ke home care, menjadikan inovasi ini solutif dan terukur.
Inovasi LASER KB Plus tersebut telah memberikan manfaat yang signifikan.
Pelayanan terpadu, mengintegrasikan seluruh proses pelayanan ke dalam satu ruang, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan efisiensi.
Pelayanan home care, memperluas jangkauan ke rumah pasien yang tidak dapat datang ke puskesmas.
Juga mampu mereduksi KTD, dengan menghilangkan KTD, seperti jatuhnya pasien lansia selama menunggu pelayanan.
Dampak kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup lansia dengan akses lebih baik dengan pelayanan kesehatan.
Operasional Puskesmas, yakni mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya dengan pengurangan waktu tunggu dan peningkatan efisiensi.
Pemberdayaan lansia, yakni mengurangi ketidaknyamanan dan risiko fisik yang dihadapi lansia selama mendapatkan pelayanan kesehatan.
Pembaharuan terus-menerus mengembangkan inovasi dengan integrasi teknologi digital untuk memperluas akses dan efisiensi.
Keberlanjutan memastikan pelatihan terus-menerus bagi staf Puskesmas dan membangun kerja sama yang kuat dengan pemerintah daerah serta komunitas untuk dukungan berkelanjutan. Dilansir dari YouTube BRIDA Banggai, dipastikan inovasi LASER KB plus tidak hanya mengatasi masalah operasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lansia dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang layak dan terjangkau. ***

















