banner 728x250

Pascalebaran Idulfitri 2025: Salakan Bersih, Luwuk Berdebu

Suasana kota Salakan pada Rabu siang, 2 April 2025 yang terlihat lengang dan bersih. (dok. monondok.com)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Luwuk—Suasana Salakan, Ibu Kota Banggai Kepulauan, pada hari ketiga pascalebaran Idulfitri masih relatif sepi.

Kendaraan yang lalu lalang di jalan jalan utama Kota Salakan di Kelurahan Baka, Kecamatan Tinangkung, masih dapat dihitung dengan jari, pada Rabu 2 April 2025.

banner 728x250 banner 728x250

Menariknya, meski diguyur hujan jelang lebaran dan pascalebaran, tidak terlihat material lumpur dan sampah menghampar di badan jalan di kota kecil yang padat penduduk itu.

Semuanya terlihat bersih, badan jalannya, maupun drainasenya.

Padahal, pemukiman penduduk berada di bawah kawasan perkantoran bupati yang berada di Bukit Trikora. Kawasan perkantoran pemerintah kabupaten Banggai Kepulauan ini juga makin ramai dengan pembangunan pemukiman penduduk.

Meski demikian, saluran drainase yang cenderung lebih memadai mampu mereduksi banjir dan genangan air.

Jalan menanjak tajam di ruas jalan Bukit Trikora I, misalnya, tetap terlihat bersih tanpa batu kerikil maupun pasir yang berhamburan di badan jalan.

Suasana jalan di pusat kota Luwuk, Rabu malam, 2 April 2025 yang terlihat masih kotor dan berdebu. (monondok.com)

Kondisi ini agak berbeda dengan Kota Luwuk. Kota yang juga diguyur hujan menjelang lebaran idulfitri ini kembali menampakkan wajahnya yang buruk rupa.

Jalan utamanya, terutama di kawasan tugu BNI hingga Perpustakaan Daerah Luwuk masih tetap berlumpur dan berdebu.

Endapan material yang meluber hingga ke badan jalan itu ternyata belum sepenuhnya dibersihkan dari badan jalan. Kondisinya pada hari ketiga pasca lebaran idulfitri masih tetap sama dengan kondisi dua hari menjelang hari raya Idulfitri.

Seorang warga Luwuk bercerita, endapan lumpur di badan jalan nasional itu memang baru mulai dibersihkan, namun belum sepenuhnya bersih.

Bahkan, kata warga, kondisi ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Ia menduga pengendara kendaraan roda dua yang nyaris celaka di perempatan lampu merah pengadilan negeri Luwuk itu merupakan pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi kota luwuk pasca banjir. “Mungkin bukan orang sini, jadi dia te tau jalan masih ba pece dan ampir cilaka di lampu merah,” kata warga kilometer I Luwuk ini. ***

banner 728x250 banner 728x250
BACA JUGA  Dibanderol Rp3 Miliar, Bina Marga Sulteng Rekonstruksi Ruas Jalan Tangeban-Bunga
banner 120x600