banner 728x250

Pertamina Drilling Hadirkan Dua Rig Baru di Zona 7, Perkuat Kontribusinya Terhadap Target Peningkatan Produksi Migas

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita saat memberikan arahan pada peresmian dua RIG PDSI yang baru di Sumur JST 01, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jum'at 27 Juni 2025. (Dok PDSI)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Subang—Pertamina Drilling kembali memperkuat kontribusinya terhadap target peningkatan produksi migas nasional dengan menghadirkan dua rig baru, yakni Rig PDSI #55.2/XJ550M dan Rig PDSI #56.2/XJ550M.

Kedua rig tersebut saat ini mulai beroperasi di Zona 7, tepatnya di Sumur JST-001, Desa Kalentambo, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

banner 728x250 banner 728x250

Investasi pengadaan dua rig ini ditujukan untuk meningkatkan lifting minyak sekaligus mendukung program swasembada energi nasional.

Kehadiran rig baru PT Pertamina Drilling Services Indonesia ini pun telah lama dinantikan, mengingat potensi pengeboran dan workover yang tinggi di wilayah operasi tersebut.

Kedua rig ini juga dilengkapi fitur keselamatan tambahan, salah satunya berupa jalur evakuasi berbentuk perosotan, yang terpasang di sisi kanan drilling floor.

Fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebagai akses keluar alternatif jika terjadi keadaan darurat.

“Kalau ada hal yang tidak diharapkan, tidak perlu lagi turun lewat tangga. Lewat perosotan, bisa lebih cepat dan aman. Ini menjadi bentuk komitmen kami terhadap keselamatan kerja,” ujar Avep Disasmita, Direktur Utama Pertamina Drilling di lapangan, pada Jumat 27 Juni 2025.

Rig PDSI #55.2/XJ550M dan #56.2/XJ550M juga hadir dengan spesifikasi teknis unggulan, seperti Circulating System, Hoisting System, Rotating System, Power System, BOP System, Solid Control Equipment, Handling Tools, dan Tubular Goods.

Saat ini, Rig 55.2/XJ550M telah menyelesaikan pengeboran satu sumur di lokasi JST-001 hanya dalam waktu 10 hari, dan kini langsung melanjutkan pengeboran sumur kedua di lokasi yang sama.

Sementara itu, Rig 56.2/XJ550M telah sukses menyelesaikan pengeboran sumur TTM-001 di wilayah Tegalkaman dalam waktu 18 hari kerja, dan saat ini tengah dalam proses moving menuju lokasi KRE-02 untuk pengeboran selanjutnya.

BACA JUGA  PUPR Banggai Terus Berjuang Temukan Sumber Air di Bukit Halimun Luwuk

Meskipun masih dalam tahap awal operasional, kinerja kedua rig dinilai sangat baik. Selama proses pengeboran tidak ditemukan adanya non-productive time (NPT).

Hal ini tidak lepas dari keterlibatan langsung tim manufaktur dan engineering dalam mendampingi pengoperasian awal serta optimalnya proses transfer knowledge.

“Rig ini kami harapkan menjadi tambahan kekuatan dalam operasi pengeboran dan bisa langsung produktif tanpa hambatan teknis,” tambah Avep.

Avep Disasmita juga menegaskan bahwa pengoperasian dua rig baru ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasional dan mendukung pencapaian target produksi nasional.

“Kami terus berinvestasi pada teknologi dan peralatan kerja terbaik. Kehadiran Rig PDSI #55.2/XJ550M dan Rig PDSI #56.2/XJ550M di Zona 7 ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan operasi yang terus meningkat, sekaligus bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Dengan kehadiran dua rig baru tersebut, PT Pertamina Drilling Services Indonesia optimistis mampu memberikan layanan workover dan well service yang lebih optimal, serta mempercepat pencapaian target produksi di blok-blok strategis nasional. ***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600