banner 728x250

Setelah Direhab, GENAS Bakal Punya Fungsi Baru, Begini Penjelasan Kabid PBIP PUPR Banggai

PUPR Banggai mulai proses rehabilitasi gedung nasional. Tahapan rehabilitasi dimulai dengan melakukan pembongkaran bangunan lama Agustus 2025 lalu. (Dok Monondok)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Luwuk—Setelah lama terbengkalai dan tidak lagi layak digunakan, Gedung Nasional (GENAS) yang terletak di jantung kota Luwuk, Kabupaten Banggai kini mulai direhabilitasi.

Gedung yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Ma’mun Amir itu sebelumnya merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Banggai.

banner 728x250 banner 728x250

Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi GENAS sebelum direhabilitasi sangat memprihatinkan. Plafon teras runtuh, serta atap yang juga rusak membuat bangunan ini tidak lagi difungsikan sejak beberapa tahun terakhir.

Selain faktor usia, kurangnya perawatan menjadi penyebab utama kerusakan parah pada bangunan tersebut.

Proses rehabilitasi sudah mulai berjalan sejak pekan ketiga Agustus 2025. Pekerjaan awal dimulai dengan pembongkaran atap gedung, yang kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran dinding bangunan, hingga menyisahkan kolom atau pilar atau tiang bangunan.

Lokasi gedung yang berada di jalur strategis – tepat di sisi jalan nasional satu arah menuju pusat kota Luwuk – serta memiliki latar belakang pesisir laut Teluk Lalong, menjadikannya bangunan GENAS memiliki nilai strategis.

Di sisi belakangnya, kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan Teluk Lalong dapat terlihat jelas, menjadikan bangunan ini memiliki visual pelabuhan kota Luwuk.

Instansi teknis yang menangani pekerjaan ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banggai. Tender untuk proyek rehabilitasi ini telah selesai, dengan CV. Duta Merlin sebagai pemenang lelang.

Perusahaan ini memenangkan kontrak setelah mengajukan penawaran yang kemudian berlanjut hingga harga negosiasi sebesar Rp1.390.000.000, dari pagu anggaran yang tersedia sebesar Rp1.399.938.470.

Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Dengan dimulainya proses rehabilitasi ini, diharapkan Gedung Nasional dapat kembali difungsikan.

Kepala Bidang PBIP Dinas PUPR Banggai, Ir I Putu Jati Arsana, ST.,MT, mengakui, rehabilitasi Gedung Nasional dimulai dengan melakukan pembongkaran gedung lama.

BACA JUGA  Bidang PBIP PUPR Banggai Gelar Seminar Pendahuluan Perencanaan Pembangunan Kantor Dinkes

Terutama bagian atap dan dinding, sehingga menyisakan kolom atau pilar bangunan. “Tiang tiang bangunan masih cukup kokoh, sehingga tidak dibongkar,” kata Jati Arsana, ditemui pada Rabu 9 September 2025.

Jati Arsana menjelaskan, rangka atap yang semula menggunakan kayu akan diganti menjadi baja ringan.

Merujuk pada desainnya, model atap gedung boleh dibilang dibuat sesuai model atap dua gedung organisasi perangkat daerah di kawasan Bukit Halimun Luwuk, yakni model atap kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Dinas Sosial.

Namun menurut Jati, setelah direhabilitasi, bangunan tersebut akan berubah fungsi, tidak lagi menjadi gedung untuk gedung pertemuan sebagaimana fungsinya selama ini. “Berubah fungsi nantinya, akan diperuntukkan jadi kantor Dinas Perikanan Kabupaten Banggai,” katanya.

“Karena berubah fungsi, sehingga penataan ruangannya akan dikembalikan ke fungsi kantor,” tambahnya. Amatan media ini, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam proses rehabilitasi gedung nasional, khususnya pada aksesibilitas.

Pintu masuk dan keluar gedung sejatinya dibuat lebih baik agar memudahkan lalu lintas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Saat ini, kondisi akses menuju gedung terhambat oleh jalan yang tidak rata, sehingga sering menjadi kendala bagi kendaraan yang  keluar-masuk area gedung. ***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600