MONONDOK.COM,LUWUK—Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai melaksanakan kegiatan silaturahmi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Dewa Supatriagama, para mantan Kepala Bidang PBIP PUPR Banggai, serta seluruh jajaran Bidang PBIP PUPR Banggai.
Kepala Bidang PBIP, I Putu Jati Arsana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan sarat dengan nilai pembelajaran, terutama keikhlasan, kesabaran, disiplin, dan kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai aparatur pemerintah.
Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan hati, serta memperkokoh kebersamaan sebagai satu keluarga besar Bidang PBIP.
Mengawali sambutannya, Jati Arsana mengutip pepatah Ubuntu dari Afrika, “Jika Anda ingin berjalan lebih cepat, berjalanlah sendirian. Jika Anda ingin berjalan lebih jauh, berjalanlah bersama orang lain.” Pepatah tersebut dinilai sangat relevan bagi organisasi publik, khususnya Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai.
Dalam konteks organisasi, berjalan lebih cepat dapat dimaknai sebagai pengambilan keputusan individual yang cepat, eksekusi instan, dan hasil jangka pendek.
Namun, pembangunan infrastruktur—yang menjadi ruh Bidang PBIP—bukanlah pekerjaan sesaat. Pekerjaan ini menuntut kesinambungan, ketepatan, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Di sinilah makna berjalan lebih jauh menjadi penting, yakni bekerja bersama dalam tim yang solid, saling melengkapi keahlian, serta menyatukan perspektif teknis, administratif, dan sosial. Bagi PBIP, kebersamaan berarti solid dalam tujuan, sinergi dalam proses, dan berbahagia dalam pengabdian.
Setiap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan bangunan infrastruktur akan menjadi lebih kuat apabila dilandasi kolaborasi lintas fungsi, komunikasi yang terbuka, serta rasa saling percaya. Dengan berjalan bersama, PBIP tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga membangun kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.
Pada akhirnya, organisasi yang memilih untuk berjalan bersama mungkin tidak selalu menjadi yang paling cepat, namun akan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan, lebih konsisten dalam menjaga kualitas, serta memberikan dampak yang lebih jauh bagi daerah.
Itulah esensi pengabdian PBIP: bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan hari ini, tetapi menyiapkan fondasi pembangunan Kabupaten Banggai yang kokoh untuk masa depan.
Jati Arsana juga menekankan bahwa bulan Ramadhan mengajarkan nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan budaya kerja PBIP. Solid berarti berdiri bersama dalam kebersamaan dan saling menguatkan. Sinergi berarti bekerja saling melengkapi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Sementara berbahagia dimaknai sebagai menjalankan tugas dengan hati yang ikhlas, suasana yang positif, serta rasa syukur dalam setiap pengabdian. Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting agar kinerja tidak hanya efektif, tetapi juga bermakna.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menata niat, mengendalikan diri, serta memperkuat empati. Nilai-nilai ini harus menjadi fondasi dalam setiap langkah kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Jati.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang solid dan kolaboratif. Menurutnya, tantangan pembangunan infrastruktur tidak dapat diselesaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja tim yang kuat dan saling mendukung.
“Keberhasilan Bidang PBIP tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, tetapi dari soliditas tim, sinergi antarperan, serta suasana kerja yang berbahagia. Dengan kebersamaan, kita akan melangkah lebih jauh dan lebih berdampak,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan harapan agar momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan perbaikan diri, baik secara personal maupun kelembagaan. Seluruh jajaran PBIP diajak untuk saling memaafkan, menjaga keharmonisan, serta terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Mari kita jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Bekerja dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, Bidang PBIP Dinas PUPR Kabupaten Banggai berharap dapat mewujudkan lingkungan kerja yang semakin solid, sinergis, dan berbahagia, sehingga mampu mendukung kinerja yang berkelanjutan serta menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan dan masyarakat Kabupaten Banggai.
“Semoga suasana kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus kita jaga, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam keseharian kita sebagai aparatur yang bertanggung jawab dan berintegritas,” tuturnya. (*)

















