MONONDOK.COM, Luwuk—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Luwuk Banggai menggelar pemilihan dekan untuk periode 2024-2028, belum lama ini.
Fakultas yang semula dipimpin para dekan senior itu kini dikomandani oleh dekan muda, Fadli Sandewa, S.IP.,M.AP.
Fadli Sandewa yang kini baru berusia 33 tahun tercatat sebagai dekan termuda di jajaran dekan Unismuh Luwuk Banggai.
Rektor Unismuh Luwuk Banggai, Dr Sutrisno K Djawa, bahkan menyebutnya sebagai dekan milenial.
Kemunculan Fadli Sandewa pada ajang pemilihan dekan awal Januari lalu memang menarik perhatian.
Ia termasuk di antara lima kandidat dekan yang bertarung dan kemudian lolos seleksi setelah mengikuti fit and proper test terkait pertimbangan Al Islam dan Kemuhammadiyaan yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulteng.
Dalam pemilihan dekan oleh senat FISIP Unismuh Luwuk Banggai yang menyisahkan tiga kandidat, pada 13 Januari 2025, Fadli Sandewa unggul telak dalam perolehan suara.
Terpilihnya Fadli Sandewa, menarik perhatian publik karena ia dekan terpilih saat belum memegang pos jabatan sebagai wakil dekan.
Bahkan masa jabatan sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan 2021-2024, belum selesai ia tunaikan saat terpilih sebagai dekan.
Lantas seperti apa sosok Fadli Sandewa?
Pria berdarah Mori dan Banggai kelahiran Maret 1991 ini merupakan alumni SMA 2 Banggai Laut.
Ia menghabiskan masa kecilnya di wilayah pulau Labobo, sebuah pulau yang dapat diakses beberapa jam perjalanan laut dari Kota Banggai, Banggai Laut.
Di pulau yang memiliki pantai Binotik, yang berpasir putih dan memesona itu, Fadli Sandewa juga mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Lipulalongo.
Ia kemudian menamatkan sekolah menengah tingkat pertama di SMP 1 Labobo.
Tamat SMA di Banggai Laut, ia kemudian pindah ke Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Ia memilih program studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Tadulako dan lulus pada tahun 2013.
Setahun kemudian, ia mengambil magister administrasi publik di Universitas Tadulako Palu dan selesai tahun 2016.
Tahun 2017, ia memulai pengabdiannya di Unismuh Luwuk Banggai sebagai dosen FISIP yang saat itu dipimpin Dr Kisman Karinda.
Sejak tahun 2022, sampai saat ini ia sedang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang administrasi publik di Universitas Negeri Gorontalo.
Menjadi dekan selama empat tahun kedepan, Fadli Sandewa mengungkap beberapa program prioritasnya.
Saat ini ia sedang mematangkan persiapan akreditasi ilmu komunikasi.
Ia berharap akreditasi program studi ilmu komunikasi tetap terakreditasi B dan bahkan menjadi akreditasi unggul.
“Tahapan persiapan akreditasi sementara dilakukan, insya allah sebelum Agustus sudah terakreditasi. Akhir Februari atau awal Maret nanti insya allah kami sudah submit borang ke LAMSPAK (Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi,” katanya.
Selain peningkatan akreditasi, kualitas lulusan serta jumlah mahasiswa, ia juga berkomitmen untuk meningkatkan penelitian dan pengabdian para dosen.
Upaya meningkatkan kualitas dosen tersebut juga akan dilakukan melalui upaya mendorong para dosen FISIP untuk aktif mengikuti kegiatan asosiasi di bidang keilmuan masing–masing, khususnya program studi.
“Di Ilmu Pemerintahan ada Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Pemerintahan Muhammadiyah, juga ada ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) di Ilmu Komunikasi,” tuturnya, dosen yang berdomisili di Desa Eteng, Kecamatan Masama ini. ***


















