banner 728x250
Umum  

PUPR Banggai Siap Lanjutkan Pembangunan RPH dan RPU di Pasar Simpong Luwuk

Fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang dibangun PUPR Banggai di Pasar Simpong dengan anggaran tahun 2025 lalu. (Dok Monondok)
banner 468x60

MONONDOK.COM, Luwuk—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai melanjutkan pembangunan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di kawasan Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan. Proyek ini dilaksanakan secara bertahap selama dua tahun anggaran.

Pada tahap sebelumnya, PUPR Banggai telah membangun RPH untuk hewan ruminansia seperti sapi dan kambing. Sementara pada tahun 2026, pembangunan difokuskan pada RPU sebagai tahap lanjutan dari pengembangan fasilitas tersebut.

banner 728x250 banner 728x250

Kedua fasilitas ini dibangun di eks lahan Pasar Simpong Luwuk yang sebelumnya mengalami kebakaran, tepatnya di kawasan pinggir Sungai Jole. Proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 dan 2026.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST, MT, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan fasilitas secara menyeluruh.

“Pada tahap pertama dibangun RPH untuk ruminansia, yakni sapi dan kambing. Selanjutnya, pembangunan rumah potong unggas dilakukan pada tahap kedua di tahun 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan RPU yang berlokasi di samping RPH akan dilaksanakan tahun ini dengan alokasi anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Anggaran tersebut mencakup pekerjaan konstruksi, tahap penyelesaian (finishing), hingga penataan lingkungan.

Secara rinci, nilai paket Pembangunan Rumah Potong Hewan (Unggas) mencapai Rp2.498.749.794 melalui mekanisme tender. Selain itu, terdapat paket Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan RPH Tahap II senilai Rp185.000.000 yang dilakukan melalui mekanisme seleksi.

Dalam proses pembangunan sebelumnya, proyek RPH sempat mendapat sorotan akibat terdampak angin kencang. Sebagai langkah perbaikan, desain bangunan kemudian disesuaikan, khususnya dengan mengurangi lebar overstek yang dinilai memicu tekanan angin di dalam bangunan. Penyesuaian ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat terpaan angin.

BACA JUGA  Draf Statuta Unismuh Luwuk Banggai Disetujui Senat

Adapun pembangunan RPH untuk ruminansia pada tahun sebelumnya didanai dengan anggaran sekitar Rp1.499.110.000. Proyek tersebut dimenangkan oleh CV Farid Indah Sejati, perusahaan konstruksi lokal yang beralamat di Jalan KH Agus Salim, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (*)

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600