banner 728x250

Kima di Banggai Terancam Punah, Dosen Unismuh Luwuk Soroti Meningkatnya Perdagangan Daging dan Cangkang

Ilustrasi Kima. Dosen Perikanan Unismuh Luwuk Banggai Dr. Samsu Adi Rahman, mengungkapkan populasi kima di perairan Kabupaten Banggai semakin mengkhawatirkan. (Dok Ist)
banner 468x60

MONONDOK.COM, Luwuk—Populasi kima (giant clam) di perairan Kabupaten Banggai semakin mengkhawatirkan. Biota laut yang menjadi bagian penting ekosistem terumbu karang ini terus mengalami tekanan akibat pengambilan yang tidak terkendali untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Daging kima diperjualbelikan ke berbagai daerah sebagai bahan konsumsi, sementara cangkangnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan ornamen, dekorasi rumah, hingga kerajinan bernilai ekonomi tinggi.

banner 728x250 banner 728x250

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerhati lingkungan dan masyarakat pesisir.

Jika eksploitasi terus berlangsung tanpa pengawasan yang memadai, populasi kima di perairan Banggai dikhawatirkan akan mengalami penurunan drastis bahkan menuju kepunahan lokal.

Padahal, kima memiliki peran penting sebagai penyaring alami air laut, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat bagi berbagai organisme yang hidup di ekosistem terumbu karang.

Dr. Samsu Adi Rahman, dosen Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, mengakui, keberadaan kima di perairan Banggai saat ini sudah memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Ia, menilai tingginya pemanfaatan kima untuk konsumsi dan perdagangan cangkang telah memberikan tekanan besar terhadap populasi yang ada di alam.

“Kima merupakan salah satu spesies yang pertumbuhannya relatif lambat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai ukuran dewasa.

Jika pengambilan terus dilakukan tanpa memperhatikan aspek konservasi, maka populasi kima di perairan Banggai dapat mengalami penurunan yang signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini.

Dr. Samsu menjelaskan bahwa kima bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan terumbu karang.

Kehilangan populasi kima dapat berdampak pada kualitas lingkungan perairan serta menurunkan keanekaragaman hayati yang bergantung pada ekosistem terumbu karang.

BACA JUGA  Pertamina Drilling dan NPS Energy Indonesia Teken MoU untuk Pengembangan Teknologi ERRA

Ia juga menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai status perlindungan kima. Menurutnya, sosialisasi yang lebih intensif perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa kima merupakan satwa laut yang dilindungi dan tidak boleh dieksploitasi secara bebas.

“Pemerintah daerah perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat pesisir, nelayan, pelaku usaha, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan hasil laut. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan kima di Banggai,” tambahnya.

Selain edukasi, Dr. Samsu mendorong pembentukan kawasan khusus perlindungan kima di beberapa lokasi yang masih memiliki populasi alami. Kawasan tersebut dapat berfungsi sebagai daerah inti konservasi, tempat pemulihan populasi, sekaligus lokasi penelitian dan edukasi bagi masyarakat.

“Sudah saatnya Kabupaten Banggai memiliki kawasan perlindungan khusus bagi kima. Langkah ini penting untuk menjamin keberlanjutan populasi di alam sekaligus mendukung upaya konservasi sumber daya laut yang menjadi aset daerah. Perlindungan habitat harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Para pemerhati lingkungan menilai bahwa tanpa langkah nyata dalam waktu dekat, ancaman terhadap keberadaan kima akan semakin besar. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat pesisir, dan lembaga konservasi diperlukan untuk memastikan spesies ikonik tersebut tetap lestari di perairan Banggai dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap konservasi kima, diharapkan Kabupaten Banggai dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil menjaga keberlanjutan biota laut dilindungi sekaligus mempertahankan kesehatan ekosistem pesisir dan terumbu karang yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat. ***