MONONDOK.COM,Luwuk—PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan pada Rabu, 2 Juli 2025, di Kampus Unismuh Luwuk Banggai.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh General Manager Consumer Business Regional Sulawesi, Kuntum Wahyudi, yang mewakili Telkomsel, dan Rektor Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E., M.M.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Farid Haluti, serta Wakil Rektor IV, Suma K. Saleh.
Menurut Suma K. Saleh, nota kesepahaman ini bertujuan sebagai pedoman bagi kedua pihak dalam menjalin kerja sama untuk mendukung pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis kemitraan institusional.
Kerja sama ini diharapkan dapat menyinergikan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki oleh kedua belah pihak guna menunjang capaian Catur Dharma secara optimal.
MoU ini memiliki masa berlaku selama lima tahun dan mencakup beberapa ruang lingkup utama, antara lain:
Pendidikan: Meliputi peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, termasuk implementasi program “Kampus Berdampak”.
Penelitian dan Pengembangan: Mencakup kegiatan pengkajian, penerapan, serta inovasi yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama: Meliputi pengkajian, penelitian, pendidikan AIK, serta kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan Lain: Aktivitas lain yang disepakati bersama sesuai tugas, fungsi, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meskipun MoU ditandatangani oleh Dr. Sutrisno K. Djawa dan Kuntum Wahyudi, pelaksanaan teknisnya diwakili oleh Muhammad Irdjan, Manager Mobile Consumer Branch Palu, yang turut membubuhkan paraf pada dokumen kesepakatan.

Suma K. Saleh juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan tindak lanjut dari MoU ini akan dituangkan lebih lanjut dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) atau Memorandum of Agreement (MoA).
Sebagai penutup acara, kedua belah pihak saling bertukar cenderamata sebagai simbol penghargaan dan awal kolaborasi. Selain itu, turut digelar kuliah umum oleh Muhammad Irdjan yang membahas tema “Tantangan SDM di Era Digital”. ***

















