banner 728x250

Gubernur Gorontalo Gagas Program Beternak Ayam Kampung untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie melihat penetasan anak ayam kampung di UPT Balai Pembibitan Ternak, Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo pada Selasa 18 Maret 2025. (Foto : Haris/Dok gorontaloprov.go.id)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Boalemo—Selain mengembangkan ternak sapi, UPT Balai Pembibitan Ternak Wonggahu juga akan mengembangkan ternak ayam kampung.

UPT Balai Pembibitan Ternak tersebut berada di Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

banner 728x250 banner 728x250

Dilansir dari laman resmi Pemprov Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail telah menggagas program beternak ayam kampung sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Program tersebut digagas setelah Gubernur Gusnar Ismail melihat pengembangan ayam kampung di UPT Balai Pembibitan Ternak, Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Selasa  18 Maret 2025.

“UPT peternakan Wonggahu selain mengembangkan ternak sapi, juga di sini dikembangkan ternak ayam kampung. Khusus ayam kampung ini prospeknya sangat bagus sekali,” ungkap Gusnar Ismail, dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo.

UPT Wonggahu memiliki fasilitas yang terdiri dari indukan ayam kampung dan mesin penetas sehingga bisa menghasilkan anakan ayam kampung.

Anak ayam kampung ini nantinya yang akan dibagikan kepada kelompok masyarakat untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Anak ayam ini yang akan kita bagikan gratis kepada kelompok masyarakat untuk menambah pendapatannya. Tetapi harus terdata dengan benar, kita harus tahu persis lokasinya di mana agar bisa dimonitor,” terang Gusnar.

Gusnar Ismail menambahkan, pada awal proses pemeliharaan anak ayam kampung akan dilakukan pendampingan kepada para peternak.

Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada peternak tentang praktik beternak ayam yang baik, serta pengelolaan ternak ayam yang efektif, efisien, dan produktif.

Kapasitas produksi anak ayam kampung di UPT Balai Pembibitan Ternak mencapai 2.000 ekor per minggu.

Anakan ayam itu dihasilkan dari kurang lebih 1.000 indukan ayam dengan sembilan mesin tetas.

Ada juga 600 ekor remaja indukan dan 1.500 ekor calon induk yang sudah berumur dua bulan. Seluruh indukan dan calon induk tersebar di tiga kandang, yaitu Lonuo, Pulubala, dan Wonggahu. ***

banner 728x250 banner 728x250
BACA JUGA  Satreskrim Polres Banggai Bagikan Ratusan Takjil, Pererat Kedekatan dengan Warga Luwuk
banner 120x600