banner 728x250

Unismuh Luwuk Banggai dan Pemerintah Desa Rata Gelar Penyuluhan Manfaat Mangrove dan Pengolahannya

Unismuh Luwuk Banggai bersama pemerintah Desa Rata mengadakan penyuluhan Manfaat Mangrove dan Pengolahannya, pada Sabtu 22 Maret 2025. (Dok Ist)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Banggai-Unismuh Luwuk Banggai bersama pemerintah Desa Rata mengadakan penyuluhan Manfaat Mangrove dan Pengolahannya pada Sabtu 22 Maret 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove itu diikuti dengan antusias oleh aparat desa, Kelompok Mangrove Sikarimanang serta masyarakat setempat.

Penyuluhan manfaat mangrove menghadirkan dua pemateri dari Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Keduanya menjelaskan berbagai manfaat mangrove, mulai dari fungsi ekologis hingga manfaat ekonominya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan mangrove dalam produk olahan, seperti sirup mangrove, teh daun mangrove, serta olahan makanan berbasis buah dan biji mangrove yang memiliki nilai jual tinggi.

Akademisi Unismuh Luwuk Banggai, Dr Samsu Adi Rahman, selaku pemateri menyampaikan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah abrasi, serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut.

Ia, berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat tentang pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan. Seperti wisata mangrove yang dicontohkan di beberapa tempat di Indonesia.

Dr Ramadhani Chaniago, yang tampil sebagai pemateri kedua, mengulas mengenai sisi pengolahan.

Menurut dosen di Fakultas Pertanian dan Perikanan Unismuh Luwuk Banggai ini perlu dilakukan pengolahan mangrove baik untuk produk makanan maupun produk untuk kesehatan.

Nantinya, kelompok Sikarimanang akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut dari akademisi Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai serta pihak terkait dalam hal produksi, pemasaran, dan pengembangan produk berbahan dasar mangrove.

Selain itu, pemerintah desa juga akan mengajukan program rehabilitasi dan konservasi mangrove agar ekosistem pesisir tetap terjaga.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang usaha baru.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi berkelanjutan dengan adanya pelatihan lanjutan dan pendampingan usaha,” ujar salah satu pemateri dari Universitas Muhammadiyah Luwuk, Dr. Ramadhani Chaniago. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Rata Kecamatan Toili Barat diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan mangrove yang inovatif dan berkelanjutan di Kabupaten Banggai. ***

banner 728x250
BACA JUGA  Unismuh Luwuk Banggai Buka Pendaftaran KKN-MB Angkatan XXXIX, Gelombang Kedua Tanpa Batas Kuota 
banner 120x600