banner 728x250

Hasrat Aimang Kenalkan Tapak Suci di Masta Unismuh: Bela Diri yang Berjalan Bersama Ibadah

Hasrat Aimang memperkenalkan Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada mahasiswa baru Unismuh Luwuk Banggai dalam kegiatan Masta. (Dok MONONDOK)
banner 468x60

MONONDOK— Pengenalan organisasi otonom Muhammadiyah dalam Masa Ta’aruf (Masta) mahasiswa baru Unismuh Luwuk Banggai turut memperkenalkan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Organisasi bela diri ini dikenalkan langsung oleh Dr. Hasrat Aimang kepada mahasiswa.

Hasrat yang juga Ketua Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Banggai menjelaskan, Tapak Suci merupakan aliran, perguruan sekaligus organisasi pencak silat yang menjadi anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Tapak Suci juga termasuk salah satu dari 10 perguruan historis IPSI.

banner 728x250 banner 728x250

Di lingkungan Muhammadiyah, Tapak Suci merupakan organisasi otonom yang berasas Islam, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta berjiwa persaudaraan. Organisasi ini didirikan pada 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta, dan dibentuk dari tiga perguruan, yakni Cikauman, Seranoman dan Kasegu.

Namun, bagi Hasrat, pengenalan Tapak Suci tidak berhenti pada soal teknik pencak silat.

Ia menekankan bahwa bela diri dalam Tapak Suci berjalan bersama pembentukan keimanan dan akhlak anggotanya.

“Tapak Suci tidak identik dengan cara berkelahi, tetapi ibadah. Kalau anggota Tapak Suci tidak salat, patut dipertanyakan ketapaksuciannya,” kata Hasrat, yang juga dosen FKIP Unismuh Luwuk Banggai ini.

Menurut dia, Tapak Suci menjadi wadah bagi anggotanya untuk berdakwah melalui bela diri. Karena itu, latihan fisik pencak silat berjalan beriringan dengan penanaman nilai-nilai keislaman, akidah dan akhlak.

Hasrat kemudian menjelaskan jenjang yang ada dalam Tapak Suci. Anggotanya terdiri atas siswa, kader dan pendekar. Untuk siswa terdapat tingkatan Melati Satu hingga Melati Empat, yang menjadi bagian dari jenjang pendidikan dan kurikulum Tapak Suci.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa pencak silat tidak hanya dapat dipelajari melalui organisasi. Di Unismuh Luwuk Banggai, mahasiswa juga akan bertemu dengan mata kuliah pencak silat pada jenjang perkuliahan tertentu.

BACA JUGA  Lebih Dekat dengan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Pertamina EP Donggi Matindok Field

Sebagai bagian dari organisasi otonom Muhammadiyah, Tapak Suci memiliki peran dalam menjaga amal usaha Muhammadiyah.

“Kehadiran Tapak Suci di amal usaha adalah menjaga amal usaha,” ujarnya.

Di Kabupaten Banggai, aktivitas Tapak Suci juga berkembang melalui sejumlah tempat latihan. Hasrat menyebut keberadaan cabang latihan di Toili, Balantak, Lamala, pondok pesantren dan sekolah.

Dari sisi prestasi, ia mengatakan Tapak Suci juga aktif mengikuti berbagai turnamen pencak silat di Kabupaten Banggai dan beberapa kali meraih juara umum.

Bagi Hasrat, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Tapak Suci mengembangkan prestasi sekaligus menjalankan dakwah melalui bela diri.

Di hadapan mahasiswa baru, Hasrat juga membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin kembali menekuni Tapak Suci. Di kampus terdapat UKM Tapak Suci yang dapat menjadi ruang latihan dan pengembangan prestasi mahasiswa.

Mahasiswa yang sebelumnya telah menjadi anggota Tapak Suci maupun yang ingin bergabung dapat berkoordinasi dengan anggota Tapak Suci yang ada di masing-masing fakultas.

Ia menyebut kegiatan dan kejuaraan Tapak Suci berlangsung hingga tingkat dunia, termasuk kejuaraan mahasiswa perguruan tinggi.

Menutup pengenalannya, Hasrat mengajak mahasiswa untuk tidak meninggalkan Tapak Suci yang pernah mereka ikuti sebelumnya.

“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat,” demikian seruan yang kemudian diikuti mahasiswa.

Pengenalan tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Tapak Suci dalam Muhammadiyah: bela diri menjadi pintu masuk, tetapi pembinaan iman, akhlak, persaudaraan dan prestasi tetap menjadi bagian yang ditekankan kepada anggotanya. *