banner 728x250

Kupas Tuntas Pesan Rektor Unismuh Luwuk Banggai di Penutupan Masta: Enyahkan Ego Sektoral, Jemput Masa Depan! 

Suasana hangat di kampus hijau! Penutupan Masta UMLB 2026 diwarnai kompaknya jajaran rektorat berjas hijau dan mahasiswa baru berkaus hijau. Rektor Dr. Sutrisno K. Djawa berpesan agar mahasiswa kuasai critical thinking, kolaborasi, dan jaga integritas demi bonus demografi 2030. Kuliah serius, jangan putus di tengah jalan!
banner 468x60

MONONDOK—Nuansa hijau tampak mendominasi atmosfer penutupan Masa Taaruf (Masta) Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) Tahun 2026 yang dihelat di Muttahidah Islamic Center, pada Kamis, 10 September 2026.

Di bawah sorotan hangat almamater yang dikenal sebagai kampus hijau, jajaran rektorat tampil kompak mengenakan jas hijau khas kebesaran institusi, selaras dengan ribuan peserta Masta yang memadati arena mengenakan kaus hijau kebanggaan mereka.

banner 728x250 banner 728x250

Meski dalam empat hari terakhir para mahasiswa baru ini harus berjibaku mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga menjelang magrib, suasana penutupan justru berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat akan motivasi intelektual.

Rangkaian penutupan ini dihadiri langsung  Rektor UMLB Dr. Sutrisno K. Djawa beserta jajaran lengkap pimpinan universitas: Wakil Rektor I Dr. Agung K. Djibran, Wakil Rektor II Dr. Nirwan Moh. Nur, dan Wakil Rektor IV Suma K. Saleh. Hadir pula Ketua Senat UMLB Nasrun Hipan, S.H., M.H., Sekretaris Senat Dr. Nurhidaya Layo’o.

Rektor memulai sambutannya dengan mengenalkan para pimpinan fakultas, lembaga, dan biro secara lengkap:

Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Moh. Gifari Sono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng.; Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Wahyudin Rahman, S.E., M.M.; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Fadli Sandewa, S.I.P., M.AP.; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Armin Haluti, S.Pd., M.Pd.; Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Mustafa Abd. Rahim, S.P., M.P.; Dekan Fakultas Hukum Mustating Dg. Maroa, S.H., M.H.; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Sulasmi Anggo, S.Farm., M.Kes.; hingga Dekan FAI Dr. Jumahir, S.Ag., M.Pd.

Turut diperkenalkan pula para kepala lembaga dan biro penggerak tata kelola universitas, di antaranya Ketua LP3M Dr. Risno Mina, S.H., M.H.; Ketua LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan) Dr. Hasrat A. Aimang; Kepala BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan) Mohammad Ikbal Yalidjama, S.H.; Kepala Biro Keuangan Pardin Lasaksi, S.P., M.P.; Kepala Biro Umum Ririn Apriana, S.Ak., M.Ak.; Kepala Biro Personalia Rosma Ndiak, S.Ak., M.Ak.; Ketua LPAIK Anik Mufarrihah, S.Ag., M.Pd.; Biro IT Saink Segar, S.Kom., M.Kom.; Kepala Islamic Center Wildan Zaman, S.Sos., M.Si.; serta Ketua Panitia Masta Dr. Muhammad Salahuddin beserta timnya.

BACA JUGA  Penerimaan Mahasiswa MPPL Fakultas Agama Islam Unismuh Luwuk Banggai Dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama dan Salat Tarawih Berjamaah

Acara ditandai dengan pengumuman mahasiswa terbaik, penyerahan piagam penghargaan, pengukuhan peserta secara resmi, pelepasan atribut Masta, hingga sesi foto bersama. Namun, inti paling berharga dari penutupan tersebut adalah orasi motivasi dan pesan-pesan visioner yang disampaikan oleh Rektor UMLB, Dr. Sutrisno K. Djawa.

Membuka sambutannya dengan yel-yel penuh energi di tengah lautan kaus hijau—“Unismuh Luwuk? Yes, Hebat, dan Luar Biasa!”—Dr. Sutrisno menyambut hangat ribuan mahasiswa baru yang telah menjatuhkan pilihannya untuk menempa masa depan di almamater kebanggaan masyarakat Banggai ini. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas kampus kini resmi menjadi milik mahasiswa, tentu dengan pemanfaatan yang berpijak pada mekanisme dan aturan yang berlaku.

Menembus Era Post-Truth dengan Critical Thinking

Masuk ke dunia perguruan tinggi, lanjut Rektor, berarti melangkah ke fase baru yang menuntut kemandirian berpikir ala orang dewasa. Di tengah gempuran era digital dan disrupsi saat ini, tantangan intelektual kian kompleks. Dr. Sutrisno secara khusus mengingatkan para mahasiswa agar menguasai critical thinking (berpikir kritis).

“Apalagi saat ini kita berada di era post-truth, di mana kebohongan bahkan bisa dikatalisasi sedemikian rupa hingga seakan-akan menjadi kebenaran,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa baru.

Bagi seorang insan akademis, kemampuan membaca fenomena sosial, menelaah kebijakan para pengambil keputusan, dan tidak mudah menelan mentah-mentah informasi adalah harga mati. Kampus hijau ini, kata dia, bukan sekadar tempat datang lalu pulang ke rumah, melainkan inkubator pembentukan nalar kritis.

Enyahkan Ego Sektoral: Era Kolaborasi dan Integritas

Tidak berhenti pada nalar kritis, Rektor yang tampil berjas hijau khas itu juga menekankan pentingnya empat pilar kompetensi menghadapi masa depan: komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan integritas. Menurutnya, masa depan bukanlah milik mereka yang memilih bekerja sendiri, melainkan milik mereka yang mampu membangun konektivitas lintas disiplin ilmu.

BACA JUGA  Kapolres AKBP Putu Hendra Binangkari Pimpin Pengamanan Penetapan Paslon Bupati Banggai Terpilih

Ia secara tegas mengkritik mentalitas “ego sektoral” yang kerap mengurung mahasiswa dalam sekat-sekat fakultas atau program studi tertentu. Mahasiswa Fakultas Ekonomi harus cair dengan mahasiswa Teknik, FISIP, Hukum, Pertanian, Kesehatan, hingga Fakultas Agama Islam. Mengapa? Sebab pembangunan peradaban masa depan mustahil berdiri di atas satu pilar tunggal tanpa sinergi lintas bidang. Dari kolaborasi inilah kreativitas dan solusi atas pelbagai persoalan masyarakat lahir.

Pilar terakhir yang tak kalah krusial adalah integritas atau trust (kepercayaan). Di tengah krisis kejujuran hari ini, perguruan tinggi harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda berintegritas tinggi.

Jangan Putus Kuliah, Jemput Bonus Demografi 2030

Dalam catatan statistika, tantangan dunia pendidikan di daerah masih nyata. Dr. Sutrisno membeberkan bahwa masih terdapat ribuan anak di Kabupaten Banggai yang mengalami putus sekolah. Oleh karena itu, para mahasiswa baru diminta untuk mensyukuri kesempatan emas bisa mengenyam bangku kuliah di kampus tercinta.

“Apapun persoalannya, jangan sampai putus kuliah. Apapun tantangannya, kita cari solusinya bersama-sama. Kuliah lah dengan serius di fakultas masing-masing,” pesan Rektor dengan nada kebapakan.

Pesan ini bukan tanpa alasan. Menyongsong bonus demografi Indonesia pada tahun 2030, generasi muda hari ini adalah estafet kepemimpinan bangsa yang akan menggantikan generasi pendahulunya. Jika tidak disiapkan secara matang—baik dari sisi kapasitas intelektual maupun jejaring—maka bonus demografi justru akan menjadi bumerang yang membuat daerah tertinggal di kancah global.

Menutup sambutannya di bawah naungan jas dan kaus hijau yang menyimbolkan kesegaran pemikiran, Dr. Sutrisno berpesan agar para mahasiswa merawat kuat rasa kekeluargaan. Prosesi pengukuhan sakral yang dipimpinnya menandai lembaran baru: selamat berproses di kampus hijau, merajut jejaring, dan jadilah agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.(*)