MONONDOK—Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk mulai melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan melibatkan 70 mahasiswa untuk membantu inventarisasi dan pendataan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Kegiatan ini diawali dengan pembekalan pada Selasa hingga Rabu, 14 Oktober 2026.
Program tersebut menjadi wujud kerja sama antara Unismuh Luwuk dan Pemda Bangkep dalam mendukung penataan serta pendataan aset daerah agar dapat terinventarisasi dengan baik.
Pembekalan berlangsung di Ruang Ahmad Dahlan, Kampus Hijau Unismuh Luwuk, dan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, Selasa pagi, 13 Oktober 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Dr. Farid Haluti, para wakil rektor dan dekan, serta Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Dr. Risno Mina.
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, menjelaskan bahwa KKN Tematik pendataan aset tersebut merupakan program pertama yang dijalankan Unismuh Luwuk dengan sasaran membantu pemerintah daerah menginventarisasi aset milik Pemda Bangkep.
Sutrisno menyampaikan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada Pemda Bangkep atas kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh Luwuk untuk menjalankan program tersebut.
“Alhamdulillah, Unismuh Luwuk dipercayakan untuk melakukan pendataan aset melalui KKN Tematik. Tadinya program ini direncanakan dilaksanakan oleh Untad, tetapi karena efisiensi, akhirnya Unismuh Luwuk diberikan kepercayaan untuk menjalankannya,” ujarnya.
Ia menerangkan, pelaksanaan KKN Tematik ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati antara Unismuh Luwuk dan Bupati Banggai Kepulauan.
Kesepakatan tersebut selanjutnya dijabarkan melalui perjanjian kerja sama (PKS) bersama Bappeda Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Atas nama Unismuh Luwuk, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemda Bangkep yang telah memberikan amanah kepada kami untuk mendata aset pemerintah daerah,” ungkapnya.
Sebanyak 70 mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan disebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Mereka bertugas membantu mengidentifikasi dan mencatat berbagai aset pemerintah daerah, termasuk pelabuhan serta aset lain yang menjadi tanggung jawab Pemda Bangkep.
Rektor berharap para mahasiswa dapat menjalankan tugas tersebut secara serius dan bertanggung jawab. Menurutnya, pendataan yang akurat dibutuhkan agar pemerintah daerah memiliki informasi yang jelas mengenai aset yang dimiliki sekaligus mendukung upaya penertiban administrasi aset.
Selama menjalankan kegiatan, mahasiswa juga akan memperoleh dukungan uang makan dari Pemda Bangkep. Sutrisno mengapresiasi bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa yang melaksanakan pengabdian di lapangan.
Ia menambahkan, KKN Tematik ini memiliki skema pelaksanaan tersendiri. Dengan demikian, mahasiswa yang mengikuti program tersebut tidak diwajibkan kembali mengikuti KKN reguler.
Dalam proses pendataan, mahasiswa berpotensi menemui persoalan terkait agraria maupun status penguasaan aset. Karena itu, Sutrisno meminta mereka bekerja secara teliti, khususnya ketika menemukan aset pemerintah yang dikuasai masyarakat atau kondisi sebaliknya yang memerlukan verifikasi.
Ia menegaskan bahwa pengumpulan informasi harus dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Mahasiswa tidak diperkenankan terlibat dalam konflik atau mengambil langkah yang dapat memicu perselisihan dengan warga.
“Kalau ada aset pemerintah yang dikuasai masyarakat, itu perlu didata. Namun, harus dilakukan dengan pendekatan persuasif. Jangan sampai mahasiswa masuk ke ruang konflik. Hal-hal seperti ini nantinya akan dikawal oleh bagian aset dan pihak terkait,” jelasnya.
Sutrisno mengungkapkan, masih ada sekitar 600 aset milik Pemda Bangkep yang belum memiliki sertifikat. Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya pelaksanaan inventarisasi secara menyeluruh agar keberadaan dan status aset daerah dapat diketahui dengan lebih jelas.
Ia pun mengingatkan mahasiswa agar menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka dengan penuh tanggung jawab. Selain membantu pemerintah menata aset, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Banggai Kepulauan.
Mahasiswa juga didorong untuk mengenali peluang ekonomi di tengah masyarakat sesuai dengan keahlian, disiplin ilmu, dan program studi masing-masing. Temuan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan riset sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
“Teman-teman harus bersungguh-sungguh. Selain mendata aset pemerintah daerah, kalian juga bisa melihat potensi yang ada di Bangkep untuk kepentingan riset dan membantu saudara-saudara kita dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan,” pesannya.
Setelah menyelesaikan pendataan aset, mahasiswa akan memperoleh tugas mandiri yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan maupun potensi di wilayah tempat mereka menjalankan pengabdian.
Sutrisno menegaskan bahwa KKN Tematik harus menjadi salah satu bentuk konkret kontribusi Unismuh Luwuk kepada masyarakat. Sejalan dengan semangat KKN reguler, perguruan tinggi diharapkan hadir secara langsung untuk mengenali kebutuhan warga dan membantu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pendataan, tetapi dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Kontribusi itu diharapkan mencakup penataan aset pemerintah sekaligus penggalian potensi pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Unismuh Luwuk harus bisa menyapa masyarakat. Apa yang ada di tengah masyarakat harus bisa kita bantu, baik terkait aset pemerintah maupun potensi yang dimiliki daerah. Harapannya, kampus hijau benar-benar hadir dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Pada akhir sambutannya, Sutrisno kembali menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, upaya pembangunan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja, tetapi harus melibatkan seluruh unsur terkait dengan mengesampingkan ego sektoral. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, Unismuh Luwuk diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan. (*)
















