MONONDOK — Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai menggelar diskusi laporan antara penyusunan Detail Engineering Design (DED) rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Piondo, pada Rabu 14 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan lantai I Kantor Dinas PUPR Banggai, kawasan perkantoran Pemda Banggai di Bukit Halimun, Luwuk, itu melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemda Banggai, kalangan akademisi; serta kepala desa di wilayah Toili, Kepala Desa Piondo.
Akademisi Unismuh Luwuk yang hadir dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Dekan I Fakultas Teknik, Syamsu Basiri, ST, MT. Sementara itu, pemaparan materi oleh konsultan dipandu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi.
Konsultan, Totok Hari Cahyono, ST, MM, memaparkan analisis hidrologi, analisis hidrolika atau nota desain, serta gambar rencana Bendung Jeruk dan rehabilitasi saluran. Pemaparan dilanjutkan dengan diskusi interaktif untuk membahas hasil perencanaan, sebelum dirumuskan saran dan rekomendasi.
Dalam pembahasan tersebut, konsultan menekankan pentingnya penataan dimensi saluran agar aliran air dapat mengalir lancar dan merata. Dimensi saluran perlu ditata supaya tidak terjadi perbedaan ukuran yang menyebabkan saluran membesar atau mengecil secara tidak semestinya.
Pembenahan ini diharapkan memungkinkan seluruh petani di wilayah Piondo memperoleh layanan air irigasi hingga ke bagian ujung saluran. Dengan demikian, kebutuhan air bagi lahan pertanian dari seluruh kelompok tani dapat terlayani.
Konsultan juga menyoroti perubahan luas lahan pertanian yang sebelumnya tercatat 150 hektare menjadi 100 hektare akibat alih fungsi lahan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyamaan persepsi terhadap skema perencanaan agar data yang digunakan tetap sesuai dengan keadaan terkini.
Akurasi basis data menjadi salah satu hal yang ditekankan untuk mendukung hasil perencanaan yang maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pembahasan bersama para pemangku kepentingan diperlukan agar rancangan teknis yang disusun sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Takdir Said, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi laporan antara DED rehabilitasi DI Piondo merupakan bagian penting dalam mendukung perencanaan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Ia berharap proses perencanaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat menghasilkan desain teknis yang tepat, sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Rehabilitasi jaringan irigasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan fungsi layanan irigasi, mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, serta menunjang produktivitas dan kesejahteraan petani.
Takdir juga menekankan pentingnya pembahasan mendalam terhadap hasil survei, analisis teknis, identifikasi permasalahan, dan alternatif penanganan yang disusun konsultan. Masukan dari perangkat daerah, tenaga ahli, dan pihak terkait dibutuhkan agar dokumen perencanaan sesuai dengan kondisi aktual serta dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Selain rehabilitasi DI Piondo, kegiatan tersebut turut membahas laporan pendahuluan penyusunan dokumen lingkungan dan studi kelayakan Sungai Dongin di Kecamatan Toili Barat. Dokumen ini menjadi dasar untuk menentukan kelayakan rencana penanganan sungai dari aspek teknis, lingkungan, sosial, dan manfaatnya bagi masyarakat. *
















