banner 728x250

Pasar dan Pemukiman Warga Kalolos Terancam Abrasi, PUPR Banggai Segera Bangun Talud Pengaman Pantai

PPTK Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Astrid Dwijayanthi. (dok monondok)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Banggai—PUPR Banggai akan melanjutkan pembangunan talud pengaman pantai untuk Desa Kalolos, Kecamatan Kintom.

Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk tanggul pengaman pantai tersebut.

banner 728x250 banner 728x250

Kepala Bidang Pengairan PUPR Banggai, Takdir Said didampingi PPTK Bidang Pengairan Astrid Dwijayanthi, menjelaskan, pembangunan talud pengaman pantai Kololos merupakan lanjutan dari proyek–proyek sebelumnya. Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir PUPR Banggai secara bertahap membangun talud pengaman abrasi pantai di Desa Kololos.

Tahun 2024, PUPR Banggai mengalokasikan anggaran Rp 2,002 miliar untuk talud Kalolos-Tangkiang sepanjang seratus meter, dan tahun 2023 dibangun dengan anggaran Rp 400 juta. 

Proyek lanjutan ini merupakan salah satu kegiatan penting pada Bidang Pengairan karena berfungsi untuk mengamankan pemukiman warga dan pasar dari abrasi pantai.

Beberapa rumah warga di desa itu terancam karena sering dihantam gelombang pasang terutama pada bulan Januari – Februari dan Juni – Juli.

Astrid mengatakan, dengan anggaran Rp 4 miliar diharapkan pantai yang dapat ditangani sekitar 200 meter. Terutama untuk mengamankan pasar di desa Kalolos.

“Ini kegiatan lanjutan untuk mengamankan pasar yang belum tertangani dengan anggaran dua tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia berharap dengan anggaran Rp 4 miliar pekerjaan tanggul di desa kalolos ini bisa tuntas dan bermanfaat bagi warga setempat.

Sementara itu, Bidang Pengairan juga mengalokasikan anggaran lanjutan untuk talud pengaman pantai Desa Moilong, Kecamatan Moilong yang sudah ditangani sejak tahun 2024 lalu.

Talud pengaman pantai Desa Moilong ini juga dibangun untuk mengamankan pemukiman penduduk dari abrasi pantai.

Astrid mengatakan, teras rumah warga yang dibangun menghadap pantai terancam ombak pada musim tertentu.

Ia mengatakan abrasi pantai di depan lapangan di Moilong, yang berada tak jauh dari kawasan pantai wisata pelangi itu,   sudah dua tahun terakhir menjadi perhatian PUPR Banggai.

BACA JUGA  Pertamina Drilling Sukses Meraih Tiga Penghargaan Internasional dari IADC Asia Pacific 2025

“Tahun lalu sudah dilaksanakan pembangunan talud di sana, namun belum menyentuh seluruh garis pantai yang mendesak ditangani, sehingga diupayakan tuntas tahun ini,” paparnya.

Diketahui, talud pengaman pantai Desa Moilong dialokasikan anggaran Rp 984,877 juta, dengan metode pemilihan penyedia yakni tender. ***

banner 728x250
banner 120x600