banner 728x250

Serfi Kambey Dorong 70 Mahasiswa KKN Unismuh Luwuk Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga Bangkep

Wabup Bangkep Serfi Kambey membuka pembekalan KKN Tematik Unismuh Luwuk pada Selasa 13 Oktober 2026. Sebanyak 70 mahasiswa disiapkan untuk mengabdi kepada masyarakat. (Dok Ist)
banner 468x60

MONONDOK – Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Serfi Kambey, membuka secara resmi kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Selasa  13 Oktober 2026.

Pembukaan yang digelar di Ruang Ahmad Dahlan, Kampus Hijau Unismuh Luwuk, tersebut diikuti oleh 70 mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN Tematik.

banner 728x250 banner 728x250

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan pejabat pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Dr. Farid Haluti, para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Dr. Risno Mina, serta Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengapresiasi komitmen Unismuh Luwuk dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta menerapkan ilmu pengetahuan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, saya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Luwuk yang terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Serfi menjelaskan bahwa KKN Tematik tidak semata-mata menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa. Program tersebut juga merupakan sarana pembelajaran untuk memahami kehidupan sosial dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Ia berharap ilmu dan teori yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Menurutnya, pelaksanaan KKN dengan pendekatan tematik perlu diarahkan pada program yang relevan dengan kebutuhan warga, selaras dengan tema kegiatan, serta mempertimbangkan potensi daerah tempat mahasiswa menjalankan pengabdian.

Untuk itu, Serfi mengingatkan peserta KKN agar tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program yang telah dirancang. Mahasiswa juga perlu membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi warga, dan mempelajari kondisi lingkungan sebelum menentukan langkah yang tepat.

BACA JUGA  Fun Camping dan Upaya Pertamina EP Donggi Matindok Field dalam Pemberdayaan Masyarakat Kokolomboi Banggai Kepulauan

Ia turut menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah setempat dan masyarakat. Selain menjaga komunikasi, mahasiswa diminta menghormati adat istiadat dan budaya lokal serta mampu menyesuaikan diri selama berada di lingkungan pengabdian.

“Saya berharap KKN Tematik ini dapat memberikan manfaat yang nyata. Tidak harus selalu melalui kegiatan besar, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Serfi menambahkan, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga oleh manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat. Pengalaman, pengetahuan, dan perubahan positif yang dirasakan warga menjadi bagian penting dari tujuan pengabdian tersebut.

Kepada para mahasiswa, ia juga berpesan agar menjadikan KKN sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan bekerja sama, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.

Ia menilai kualitas seorang mahasiswa tidak cukup diukur berdasarkan pencapaian akademik semata. Kemampuan memahami realitas di lingkungan sekitar dan memberikan sumbangsih kepada sesama juga menjadi aspek penting dalam proses pembentukan diri.

Pembekalan Jadi Persiapan Sebelum Pengabdian

Pada kesempatan tersebut, Serfi meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan pembekalan dengan serius agar memiliki pemahaman yang memadai sebelum menjalankan program di lapangan.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami peran dan tanggung jawab selama KKN, termasuk etika berinteraksi dengan masyarakat serta berbagai persiapan yang diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Ia optimistis, persiapan yang matang akan membantu pelaksanaan KKN Tematik Unismuh Luwuk Tahun 2026 berjalan dengan baik. Selain memberikan kontribusi bagi masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga yang memperkaya proses pembelajaran para mahasiswa.

Menutup sambutannya, Serfi secara resmi menyatakan pembekalan KKN Tematik Unismuh Luwuk Tahun 2026 dibuka.

BACA JUGA  Unismuh Luwuk Banggai Matangkan Persiapan KKN di Banggai Kepulauan

“Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa dan dengan mengucapkan syukur, kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Luwuk Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Serfi. Ia pun berharap seluruh tahapan KKN Tematik dapat terlaksana sesuai harapan, sehingga kehadiran mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat pengalaman pengabdian mereka. ***