banner 728x250

Dekan FEB Unismuh Luwuk Minta Mahasiswa Beri Kontribusi Nyata Selama PKP

banner 468x60

MONONDOK.COM—Praktik Kerja Profesi (PKP) diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja.

Karena itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menjalani praktik sebagai pemenuhan kewajiban akademik.

banner 728x250 banner 728x250

Dekan FEB Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Wahyudin Rahman, mengatakan PKP dirancang sebagai ruang pembelajaran agar mahasiswa mengenal lingkungan kerja secara langsung dan memahami penerapan teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

Menurutnya, perkuliahan telah membekali mahasiswa dengan teori, kajian, metode, dan kerangka berpikir. Namun, bekal akademik tersebut perlu dipertemukan dengan kenyataan di lapangan agar mahasiswa memahami persoalan yang dihadapi dalam dunia profesional.

Perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi, juga menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang lebih luas. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak cukup tanpa keterampilan berkomunikasi, membangun jejaring, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Kemampuan tersebut merupakan bagian dari keterampilan holistik yang diharapkan berkembang selama mahasiswa mengikuti PKP.

PKP Berdampak, bukan sekadar menyusun laporan

Wahyudin menjelaskan, pelaksanaan PKP Angkatan XIX berlangsung selama tiga bulan. Durasi ini lebih panjang dibandingkan pelaksanaan PKP angkatan pertama hingga angkatan ke-18 yang berlangsung selama dua bulan.

Perubahan durasi tersebut disertai penekanan pada konsep PKP Berdampak. Mahasiswa tidak hanya dituntut hadir di tempat praktik, mengikuti jam kerja, lalu menyusun laporan sebagai persyaratan akademik. Mereka juga diharapkan mampu memahami persoalan di lingkungan kerja dan memberikan sumbangsih sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Mahasiswa Manajemen, misalnya, diharapkan dapat mengenali persoalan organisasi. Mahasiswa Akuntansi perlu mempelajari tata kelola keuangan di tempat praktik dan membandingkannya dengan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Sementara itu, mahasiswa Bisnis Digital diharapkan memahami perkembangan serta transformasi digital yang berlangsung di dunia usaha.

BACA JUGA  Anggaran Sejumlah Kegiatan Bidang Pengairan PUPR Banggai Dirasionalisasi

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan pengetahuan akademik dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk ketika menghadapi persoalan yang tidak selalu sama dengan contoh dalam pembelajaran di kelas.

Wahyudin juga merujuk pada survei National Association of Colleges and Employers (NACE) tahun 2025 yang disinggungnya dalam sambutan. Menurut dia, survei tersebut menunjukkan pentingnya sejumlah keterampilan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja dan industri.

Keterampilan itu mencakup kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kerja sama tim, komunikasi efektif, etika kerja, dan kecakapan teknologi informasi.

Hal tersebut, lanjutnya, memperlihatkan pentingnya keterampilan nonteknis atau soft skill untuk menunjang kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Jaga nama baik almamater

Di hadapan peserta PKP, Wahyudin berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, fakultas, dan universitas selama menjalani praktik.

Mahasiswa membawa identitas institusi ketika berada di lingkungan kerja. Karena itu, sikap profesional, integritas, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas perlu ditunjukkan sejak awal penempatan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan PKP sebagai investasi bagi masa depan. Pengalaman selama tiga bulan diharapkan membantu mereka mengembangkan keterampilan, membangun relasi, memahami budaya kerja, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan profesional.

Wahyudin berharap pelaksanaan PKP Berdampak memberikan manfaat bagi instansi tempat mahasiswa berpraktik, FEB Unismuh Luwuk Banggai, maupun mahasiswa itu sendiri.

Dengan demikian, keberhasilan PKP tidak hanya diukur dari penyelesaian masa praktik dan laporan akademik, tetapi juga dari pengalaman, keterampilan, serta kontribusi yang dapat diberikan mahasiswa selama berada di dunia kerja. (*)