banner 728x250

Warna Keemasan, Maleo, dan Banggai Cardinalfish dalam Filosofi Batik FEB Unismuh

banner 468x60

MONONDOK—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai memperkenalkan batik khas fakultas dalam pembukaan Praktik Kerja Profesi (PKP) mahasiswa di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Minggu, 18 Oktober 2026.

Didominasi warna kuning keemasan, batik tersebut memadukan unsur alam dan identitas lokal dengan nilai-nilai yang menjadi landasan FEB Unismuh Luwuk. Peluncurannya mendapat sambutan antusias dari jajaran pimpinan universitas dan mahasiswa peserta PKP.

banner 728x250 banner 728x250

Di balik corak yang dikenakan itu, tersimpan pesan tentang kebanggaan terhadap daerah, persatuan, serta cita-cita membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing global.

Warna kuning keemasan yang mendominasi batik tersebut melambangkan optimisme, kejayaan, dan energi. Warna itu juga dimaknai sebagai cahaya pencerahan dan semangat keilmuan, sejalan dengan peran Muhammadiyah yang menghadirkan pencerahan melalui pendidikan.

Salah satu motif yang ditampilkan adalah burung maleo, satwa endemik Sulawesi yang menjadi bagian dari kekayaan alam daerah. Dalam filosofi batik FEB, maleo merepresentasikan kemandirian, ketangguhan, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya.

Kehadiran maleo bukan sekadar ornamen untuk memperindah kain. Motif ini membawa pesan tentang pentingnya mengenali dan merawat kekayaan alam serta identitas yang tumbuh dari daerah sendiri.

Motif lainnya adalah Banggai cardinalfish, ikan endemik yang menjadi salah satu ikon kekayaan bahari Kepulauan Banggai. Ikan berukuran kecil dengan pesona khas ini telah dikenal hingga berbagai penjuru dunia.

Dari Banggai cardinalfish, tersimpan pesan bahwa karya besar tidak harus lahir dari tempat yang besar. Daerah yang jauh dari pusat dunia pun mampu menghadirkan sesuatu yang bernilai global.

Pesan tersebut sejalan dengan cita-cita FEB Unismuh Luwuk untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan generasi masa depan yang mampu membawa nama daerah ke tingkat lebih luas tanpa kehilangan identitas asalnya.

BACA JUGA  Buka PKP FEB Unismuh Luwuk, Rektor Tekankan Adaptasi di Era Digital

Batik FEB juga merefleksikan jiwa dan semangat Muhammadiyah, gerakan Islam yang menjadikan ilmu pengetahuan, pendidikan, pembaruan, dan pengabdian sebagai jalan menuju peradaban.

Kesatuan pola dan perpaduan seluruh motif menggambarkan persatuan, kebersamaan, serta semangat kolektif dalam membangun kemajuan. Setiap unsur menjadi bagian dari satu kesatuan, sebagaimana keluarga besar fakultas yang memiliki peran berbeda tetapi bergerak menuju tujuan bersama.

Filosofi tersebut menyampaikan pesan bahwa kemajuan tidak harus membuat seseorang meninggalkan akar budaya. Modernitas tetap perlu berpijak pada nilai dan identitas yang membentuk jati diri.

Bagi FEB Unismuh Luwuk, batik ini bukan semata-mata pakaian yang dikenakan dalam kegiatan resmi. Lebih dari itu, batik menjadi pengingat tentang siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan ke mana langkah ke depan diarahkan.

Identitas tersebut menyatukan seluruh keluarga besar fakultas, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni. Kebanggaan terhadap almamater diharapkan berjalan seiring dengan komitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Melalui nilai yang dibawa batik tersebut, FEB ingin melahirkan insan ekonomi yang amanah, manajer yang berintegritas, akuntan yang jujur, wirausaha yang beretika, serta pemimpin yang berpihak pada kemaslahatan umum.

“Dari Luwuk, tanah yang kaya akan budaya dan potensi alam, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan generasi masa depan, kita menghadirkan sebuah karya yang mencerminkan kebanggaan, kebersamaan, dan cita-cita besar,” demikian narasi filosofi batik tersebut.

Pesan itu dirangkum dalam semboyan, “Satu motif, satu identitas, satu kebanggaan.”

Batik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk menjadi representasi kebanggaan terhadap almamater, kekayaan lokal, dan semangat untuk terus bergerak maju.

“Unggul dalam prestasi, religius dalam karakter, mendunia dalam karya.”

BACA JUGA  Kolaborasi Unismuh Luwuk Banggai dan General de Jesus College Filipina, Teken Nota Kesepahaman Terkait Kegiatan Akademik

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk — bergerak!. (*)