banner 728x250

Pertamina EP Donggi Matindok Field Diapresiasi Gubernur Sulteng Terkait Program Pemberdayaan Masyarakat Adat

Field Manager PEP DMF, Ridwan Kiay Demak, menerima penghargaan dari Gubernur Sulteng, di Palu, Anwar Hafid pada Kamis, 24 April 2025. (dok istimewa)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Palu-Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas keberhasilan Pertamina EP Donggi Matindok Field, mempertahankan capaian PROPER Emas melalui program inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Proper Emas yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk perusahaan yang menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan terbaik tersebut diterima oleh Pertamina EP Donggi Matindok Field—bagian dari Zona 13 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina—melalui program Simpul Emas (Sistem Pengolahan Madu dan Ekowisata Berbasis Masyarakat).

banner 728x250 banner 728x250

Program Simpul Emas dilaksanakan terhadap masyarakat adat Togong Tanga di Desa Leme-Leme Darat, Buko, Banggai Kepulauan, sebagai kelanjutan dari program tahun sebelumnya Kokolomboi Lestari.

Penyerahan Sertifikat PROPER periode 2023 dan 2024 Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Bambang Hariyanto dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yopie MI Patiro, di Palu pada Kamis malam, 24 April 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Pertamina EP DMF diwakili oleh Field Manager PEP DMF Ridwan Kiay Demak.

Field Manager PEP DMF, Ridwan Kiay Demak, mengemukakan salah satu keberhasilan program Simpul Emas adalah terjadi pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat adat, pemanfaatan hutan berbasis apikultur, dan pengembangan eko-edu wisata minat khusus.

Ini menjadi solusi dari permasalahan deforestasi yang selama ini dilakukan sebagai kegiatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Keberhasilan model konservasi ini mendorong masyarakat adat Togong-Tanga melakukan replikasi di 6 desa lainnya yaitu Desa Unu, Desa Olusi, Desa Mangais, Desa Meselesek, Desa Alul, dan Desa Komba-Komba sehingga memperluas area perlindungan.

“Kami berharap ini menjadi gerakan perubahan untuk hutan yang lebih lestari dan produktif di Banggai Kepulauan. Upaya ini hanya akan terwujud dengan rasa saling percaya perusahaan dan masyarakat yang kemudian menumbuhkan inisiatif dan pada akhirnya bersama-sama merayakan keberhasilan,” ujar Ridwan Kiay Demak.

BACA JUGA  Proyek Mess Pemda di Palu Dimonev, PUPR Didampingi Kajari dan Kajati Sulteng

Melalui program ini, terjadi perbaikan lingkungan berupa 13,44 Ha lahan terestorasi dan 14,6 peningkatan indeks kehati fauna. Selain itu, program ini juga menimbulkan dampak peningkatan ekonomi dan kesejahteraan yakni peningkatan pendapatan petani madu sebesar Rp 1.4 juta -Rp8 juta, diversifikasi pendapatan melalui wisata minat khusus, terdapat 9 merchant pemasaran produk online dan offline, juga replikasi enam desa konservasi.

Sementara itu, GM Zona 13 Andry, mengatakan Zona 13 melakukan upaya terbaik untuk mendukung ketersediaan energi melalui kegiatan operasi dan produksi.

Upaya tersebut dibarengi dengan komitmen perusahaan melaksanakan program inovasi perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Melalui program yang dilaksanakan, Zona 13 mendukung tercapainya agenda internasional Sustainable Development Goals utamanya tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan, tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan tujuan 15 Ekosistem Daratan.

“Program perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian tidak terpisahkan dari operasi kami sebagai komitmen kami mewujudkan kinerja keberlanjutan dalam kerangka ESG (Environmental, Social & Governance). Kami berharap apa yang kami lakukan dapat berkontribusi pada perbaikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat mandiri dan sejahtera,” tutur GM Zona 13 Andry. ***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600