banner 728x250

Seluruh Kecamatan Sekabupaten Banggai Catatkan Kasus HIV AIDS, Kecamatan Luwuk Paling Tinggi

Ilustrasi. KPA Kabupaten Banggai giat mensosialisasikan strategi pemerintah dalam penanggulangan HIV AIDS. Termasuk berkolaborasi dengan DWP PUPR Banggai, Kamis 20 Februari 2025. (dok ist)
banner 468x60

MONONDOK.COM,Luwuk—Seluruh kecamatan di Kabupaten Banggai mencatatkan kasus HIV AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banggai, Rampia Laamiri, menjelaskan, kumulatif kasus HIV berdasarkan kecamatan dalam lima tahun terakhir, yakni sejak 2019 sampai dengan 2024.

banner 728x250 banner 728x250

Ia, mengatakan, kasus HIV tersebut tercatat di seluruh kecamatan sekabupaten Banggai.

Dalam data, kecamatan yang paling minim kasus HIV adalah Lobu yang mencatatkan satu kasus pada tahun 2019, kemudian Kacamatan Nuhon yang mencatatkan empat kasus, masing-masing 1 kasus di tahun 2019, 1 kasus di tahun 2021, dan 2 kasus di tahun 2024.

Adapun Kecamatan Balantak Utara dan Balantak Selatan masing-masing mencatatkan lima kasus HIV.

Untuk Balantak Utara kasus HIV mencuat di tahun 2019 sebanyak 2 kasus, 1 kasus di tahun 2020, 1 kasis tahun 2021, 1 kasus di tahun 2024. Sementara Balantak Selatan mencatatkan kasus HIV sejak tahun 2023 sebanyak 3 kasus dan 2 kasus di tahun 2024.

Data dari layanan kesehatan SIHA (Sistem informasi HIV AIDS) rumah sakit dan puskesmas Simpong, juga menyebutkan, bahwa kasus HIV paling banyak ditemukan di Kecamatan Luwuk yakni sebanyak 90 kasus.

Disusul Kecamatan Luwuk Selatan sebanyak 49 kasus dan Kecamatan Toili 26 kasus. Kasus lainnya ditemukan di Pagimana sebanyak 20 kasus dan Luwuk Timur sebanyak 18 kasus.

Rampia Laamiri, menyebutkan, sampai dengan tahun 2024, kasus HIV AIDS di Kabupaten Banggai mencapai ratusan, yakni HIV sebanyak 508 kasus, AIDS 326 kasus, dan meninggal dunia 124 kasus.

Ia, menjelaskan, dalam sepuluh tahun terakhir, yakni sejak tahun 2015 hingga 2024, kasus terbanyak tercatat pada tahun 2024 yakni mencapai 71 kasus HIV, 49 kasus AIDS, dan  meninggal dunia 13 kasus.

Berdasarkan faktor risiko, kumulatif kasus HIV di Kabupaten Banggai sejak tahun 2019 sampai 2024  terbanyak yakni heteroseksual 43 persen, homeseksual 43 persen, sementara biseksual 8 persen, perinatal 2 persen, dan tidak diketahui 4 persen. Sementara IDU dan tranfusi darah nol persen.

BACA JUGA  Polsek Luwuk Perketat Pengamanan Arus Balik Libur Iduladha di Pelabuhan Rakyat

Sesuai data, jumlah penderita HIV paling banyak laki-laki dengan persentase 86,6 persen dan perempuan 13,4 persen.

Perkembangan Kasus HIV AIDS di Banggai

Ia mengungkapkan perkembangan HIV di Kabupaten Banggai pertama kali mencuat pada tahun 2008. Saat itu ditemukan sebanyak dua kasus pada populasi kunci (WPS).

Kasus HIV pada anak dilaporkan pertama kali pada tahun 2011, sebanyak 1 kasus pada anak laki-laki berusia 5 tahun.

Kasus HIV pada bumil dilaporkan pertama kali pada tahun 2017 sebanyak 1 kasus.

Sampai dengan Desember 2024, jumlah kumulatif kasus HIV AIDS yang ditemukan dan dilaporkan sebanyak 834 kasus; 508 kasus HIV, 326 kasus AIDS, 134 orang meninggal.

Perawatan HIV dan ART

Sampai dengan Juni 2024, jumlah kumulatif ODHIV yang pernah masuk perawatan HIV sebanyak 619 orang. Sementara jumlah kumulatif ODHIV yang pernah memulai ART yakni 493 orang. Sedangkan jumlah ODHIV dengan ART sampai akhir periode Juni 2024 yakni sebanyak 179 orang (laki-laki 151 orang, perempuan 28 orang).

Dalam sosialisasi strategi pemerintah dalam penanggulangan HIV AIDS yang dilakukan oleh DWP PUPR Banggai berkolaborasi dengan KPA Kabupaten Banggai, Kamis 20 Februari 2025, terungkap kelompok risiko tinggi maupun risiko rendah HIV AIDS.

Rampia Laamiri, menyebutkan bahwa kelompok risiko tinggi yakni WPS, waria, LSL, pelanggan dan penasun atau Pengguna Napza Suntik.

Penasun adalah setiap orang yang menggunakan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif dengan cara suntik.

Sementara kelompok risiko rendah yakni  donor darah, ibu hamil, calon TKI, pelajar mahasiswa dan karyawan. 

Perbedaan HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

HIV terdapat dalam cairan tubuh orang yang tertular HIV yakni darah, cairan sperma( air mani) laki-laki dan cairan getah penis, cairan vagina perempuan, ASI (Air Susu Ibu) dari ibu yang tertular HIV.

BACA JUGA  PUPR Banggai Gelar PCM Proyek Pembangunan TPS-3R Pagimana, Ini Perusahaan Pemenang Tender

Sementara AIDS  (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yakni kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh karena diserang HIV, sehingga mudah terserang penyakit dan menjadi lebih parah dari biasanya. AIDS disebabkan oleh HIV, bukan penyakit keturunan atau kutukan Tuhan.

HIV menular melalui hubungan seksual berganti-ganti pasangan tanpa kondom, pemakaian jarum suntik tidak steril, bekas dipakai orang lain secara bergantian atau tercemar darah mengandung HIV. Transfusi darah yang tidak melalui proses pemeriksaan terhadap HIV dan dari ibu HIV positif kepada bayinya saat hamil, proses melahirkan spontan/normal dan menyusui.***

banner 728x250 banner 728x250
banner 120x600