MONONDOK.COM,Palu—Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido meluncurkan program unggulan yang dikenal dengan nama Sembilan Berani.
Sembilan program tersebut menyasar berbagai bidang, di antaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga ekonomi.
Salah satu dari program yang menjadi nawacita pembangunan Sulteng lima tahun mendatang ini adalah Berani Panen Raya.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menjelaskan, Berani Panen Raya merupakan program yang diupayakan untuk mendukung program Presiden di bidang Ketahanan Pangan.
Melalui program tersebut, Gubernur Anwar Hafid berharap produksi pertanian masyarakat Sulawesi Tengah meningkat, sehingga provinsi yang dihuni sekitar 3,2 juta jiwa ini mencapai swasembada pangan.
Untuk memaksimalkan program Berani Panen Raya, ia meminta Kepala Dinas Pertanian untuk rajin turun ke wilayah kabupaten seprovinsi Sulteng.
“Saya sampaikan kepada Pak Kadis Pertanian, nanti Pak Kadis pergi keliling 13 kabupaten kota saja,” katanya dikutip dari YouTube Pemprov Sulteng.
“Pergi bantu para bupati, tak usah bikin program di provinsi ini, karena (pemerintah) provinsi tidak punya wilayah. Kita ini hanya koordinator saja,” katanya.
Ia meminta kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulteng untuk mengecek produksi pertanian di setiap wilayah kabupaten kota.
“Tolong tanya para bupati, misalnya Pak Bupati Buol, Bupati Tolitoli, berapa ton sekarang per hektare,” ujarnya.
Ia, menyatakan, pemerintah provinsi Sulteng berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian padi sawah tersebut.
“Saya bilang tadi sama Ibu Sekda, ke depan ini Berani enam ton per hektare di seluruh wilayah Sulteng,” tegasnya.
“Insyaallah kalau ini kita capai, maka swasembada pangan di Sulawesi Tengah ini akan terjadi,” tegasnya saat menyampaikan pidato pada HUT Provinsi Sulteng, Minggu 13 April 2025, sebagaimana dilansir dari YouTube Pemprov Sulteng.
Sementara itu, dilansir dari laman Dinas TPHP Pemprov Sulteng, produktivitas hasil pertanian padi di Sulawesi Tengah masih rendah, tercatat di angka 4,5 sampai 4,8 kuintal per hektare. Ini masih berada di bawah rata-rata nasional 5,2 sampai 5,4 kuintal per hektare. Hasil produksi ini masih jauh dibawah potensi panen.
Berdasarkan analisis tanah yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, potensi panen di daerah ini bisa mencapai 8,0 sampai 8,2 kuintal (0,82 ton) per hektare.
Meski demikian produksi padi di daerah tertentu cukup tinggi. Hal ini seperti diakui Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan kerjanya di lahan pertanian Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Rabu 27 Maret 2024.
“Saya melihat panen padi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah panennya bagus, bisa 6 sampai 6,2 ton per hektar,” kata Presiden Jokowi dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI.
Mengutip data BPS, total luas panen padi di Sulteng tahun 2024 diperkirakan mencapai 171.786 hektare atau mengalami penurunan sebesar 5.913 hektare (3,33 persen) dibanding tahun 2023.
Sementara, total produksi padi padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 759.838 ton atau mengalami penurunan sebesar 61.529 ton (7,49 persen) dibanding tahun 2023.
Kemudian total produksi beras padi tahun 2024 diperkirakan mencapai 448.517 ton atau mengalami penurunan sebesar 36,32 ribu ton (7,49 persen) dibanding tahun 2023.
Sekedar catatan data tersebut masih merupakan data sementara. Misalnya, luas panen total 2024 adalah angka sementara karena Oktober-Desember 2024 merupakan angka potensi berdasarkan hasil KSA Padi September 2024. ***


















