Monondok— Universitas Muhammadiyah Luwuk (UMLB) melalui Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang pertanian dengan mengusulkan pembukaan Program Studi Magister (S2) Sains Pertanian.
Usulan Program Studi S2 Sains Pertanian tersebut secara resmi telah disubmit pada Jumat, 11 September 2026 oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, SE., MM.
Pengusulan ini menjadi salah satu langkah strategis UMLB dalam memperluas akses pendidikan jenjang magister sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di bidang pertanian.
Setelah proses submit, usulan tersebut kemudian dipresentasikan secara langsung kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XVI pada Selasa, 15 September 2026 bertempat di Ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Presentasi usulan Program Studi S2 Sains Pertanian disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Dr. Mustafa Abd. Rahim, SP., MP.
Dalam pemaparannya, Dekan FPP menjelaskan berbagai aspek kesiapan pembukaan program studi, mulai dari landasan dan urgensi pembentukan program studi, kurikulum, profil lulusan, sumber daya dosen, sarana dan prasarana, hingga arah pengembangan dan keunggulan Program Studi S2 Sains Pertanian.
Pengusulan program studi ini merupakan hasil kerja kolektif dan proses akademik yang melibatkan tim penyusun instrumen. Instrumen Pengusulan Program Studi S2 Sains Pertanian disusun oleh tim yang diketuai oleh Dr. Syamsu Adi Rahman, S.Pi., M.Si.
Tim tersebut bekerja secara sistematis untuk memastikan seluruh dokumen dan instrumen pengusulan memenuhi ketentuan serta standar yang dipersyaratkan dalam pembukaan program studi baru.
Program Studi S2 Sains Pertanian dirancang untuk menjadi wadah pendidikan akademik yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi mendalam dalam bidang sains pertanian, penelitian, pengembangan teknologi, serta pemecahan berbagai persoalan pertanian secara inovatif dan berkelanjutan. Kehadiran program studi ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UMLB.
Secara kelembagaan, pengusulan S2 Sains Pertanian juga menjadi bagian dari strategi Universitas Muhammadiyah Luwuk untuk meningkatkan kapasitas akademik dan memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan inovasi pertanian di kawasan Banggai dan Sulawesi Tengah.
Presentasi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XVI menjadi momentum penting bagi UMLB untuk memperoleh masukan, arahan, dan evaluasi terhadap kesiapan pengusulan Program Studi S2 Sains Pertanian. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan agar proses pengusulan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan telah dilaksanakannya submit usulan dan presentasi tersebut, Universitas Muhammadiyah Luwuk optimistis bahwa Program Studi S2 Sains Pertanian dapat segera memperoleh proses tindak lanjut sesuai tahapan yang ditetapkan. Pembukaan program studi ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat peran UMLB dalam mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan pertanian berkelanjutan. (*)
















